TARAKAN – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Kota Tarakan menyatakan kesiapannya untuk mengantisipasi lonjakan penumpang menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Namun, upaya optimalisasi layanan melalui penambahan armada belum ada ijin dari instansi terkait.
Ketua DPC Gapasdap Tarakan, Robinson Usat, mengungkapkan bahwa meski arus penumpang mulai menunjukkan tren peningkatan, pihaknya belum mendapatkan lampu hijau untuk menambah frekuensi unit speedboat reguler guna melayani pemudik.
“Kami sebenarnya sangat siap untuk menambah armada jika benar-benar membludak, tetapi sampai saat ini izin penambahan speed belum diberikan oleh instansi terkait,” ujar Robinson saat ditemui media, Kamis (19/3/2026).
Kondisi ini, menurut Robinson, mulai berdampak pada pergeseran pilihan masyarakat. Sebagian calon penumpang yang tidak terakomodasi oleh jadwal reguler akhirnya beralih menggunakan angkutan non-reguler. Padahal, dari sisi kesiapan sarana, Gapasdap memiliki kecukupan unit untuk dikerahkan.
Hingga saat ini, sebanyak 23 armada speedboat reguler masih beroperasi secara bergantian sesuai jadwal yang ada. Dengan rute dari Tarakan menuju Tanjung Selor, Malinau, Nunukan, Tana Tidung dan Pulau Bunyu.
Robinson memastikan bahwa meski volume penumpang meningkat dibandingkan hari biasa, situasi di pelabuhan masih dalam kategori terkendali dan belum mencapai kelebihan kapasitas (over capacity).
Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kepadatan tertinggi terjadi pada rute keberangkatan siang hari. Tiket untuk keberangkatan pukul 13.00 Wita dilaporkan hampir selalu penuh sejak pagi hari.
Mengenai biaya perjalanan, Gapasdap menegaskan tidak ada kenaikan tarif tiket. Harga tiket tetap stabil mengacu pada ketentuan yang berlaku sebelumnya, yakni di kisaran Rp145.000. Sebagai perbandingan, tarif angkutan non-reguler di lapangan saat ini mencapai sekitar Rp150.000.
Robinson mengingatkan seluruh operator dan pemilik armada untuk tetap mengedepankan aspek keselamatan di atas segalanya. Ia meminta agar seluruh kru, baik nahkoda maupun Anak Buah Kapal (ABK), berada dalam kondisi fit selama periode mudik Lebaran 2026.
“Kami imbau agar seluruh kru dalam kondisi sehat dan kapal benar-benar steril dari hal-hal yang membahayakan. Kesejahteraan dan kesiapan kru sangat penting agar pelayanan kepada penumpang tetap maksimal,” pungkasnya. (**)














Discussion about this post