TARAKAN – Keterbatasan tidak membuat patah semangat Difabel Kota Tarakan untuk terus belajar dan bekreatifitas, mengembangkan bakat serta mewujudkan mimpi memiliki pendapatan sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
Hal tersebut ditunjukan 6 orang Difabel yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik) Tarakan sebagai mitra binaan PT Pertamina EP Asset 5 Tarakan Field, mengikuti pelatihan merancang motif batik.
Pelatihan berlangsung di rumah pembina Kubedistik, Jalan Pulau Nias Kelurahan Kampung 1 Skip, pelatihan dikemas dengan tetap mengikuti protokol kesehatan selama pandemi Covid-19, yakni social distancing dan physical distancing, Kamis (23/4/2020).
Dalam pelatihan ini juga tidak menghadirkan langsung narasumber, tapi melalui video teleconference dengan Nonon Saribanon yang ada di Jakarta.
Mewakili rekan Difabel Arnelina (39) mengatakan, sangat senang, karena sebelumnya tidak pernah, cuma gambar – gambar begitu aja, setelah ada yang disampaikan pemateri, bisa belajar sedikit-sedikit.
“Manfaatnya sangat bermanfaat, pengetahuan ketrampilan, ya maunya kedepan bisa untuk usaha, sekarang kan belajar dulu,” katanya.
Lina menambahkan ikut membatik sudah sejak tahun lalu (2019) namun langsung proses produksi membatik menggunakan canting, “Teorinya baru sekarang, baru pertama kali membuat desain, tadi desain motif batik Dayak,” imbuhnya.
Pembina Kubedistik Sonny Lolong menerangkan, hari ini pembelajaran kepada kaum Difabel bagaimana untuk membuat motif batik. “Ternyata adik kita punya talenta melukis, karena mungkin selama ini tidak ada yang mau mengarahkan, tidak ada yang mau membina,” terangnya.
Dengan melihat hasil sekarang, tangan mereka tangan halus membuat motif batik, sebagai pembina, Sonny mengatakan hanya mengarahkan sehingga motik tersebut punya nilai jual, dan diterima masyarkat.
“Hari ini moment bagus menambah wawasan ilmu, bagaimana selama ini mereka punya bakat melukis untuk menjadi sebuah motif batik layak jual, semangat mereka luar biasa,” kata Sonny.

Tarakan Legal & Relatioan Assistant Manager, Anton Humala Doloksaribu menyatakan, kegiatan tersebut salah satu upaya PEP Tarakan Field dalam membangun karakter mitra binaan melalui Pelatihan Belajar Online.
“Harapannya melalui pelatihan ini dapat menambah wawasan mitra binaan kami “Kubedistik” terkait pengenalan batik, perancangan pola batik hingga prakteknya nanti,” tutur Anton.
Pelatihan ini sifatnya refreshment, tidak sebatas pelatihan dasar menggambar, nantinya akan banyak lagi pelatihan-pelatihan dari PEP Tarakan Field seperti pelatihan management kelompok, pelatihan pembuatan warna alam dan lain-lain.
“Karena adanya kebijakan pemberlakuan sosial berskala besar (PSBB), saat ini hanya 6 orang yang mengikuti pelatihan belajar Online tahap pertama, awal bulan Mei nanti kami merencanakan untuk 5 orang lagi untuk pelatihan pembuatan warna alam,” tutup Anton. (wic/Iik)














Discussion about this post