TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Peringatan Hari Jadi ke-65 Kabupaten Bulungan dan Hari Jadi ke-235 Kota Tanjung Selor, berlangsung meriah dan penuh makna bisa terus dilestarikan.
Bertempat di Kebun Raya Bundayati, Pesta Budaya Birau merupakan hajatan akbar yang menjadi simbol pelestarian tradisi dan kebersamaan di Kalimantan Utara (Kaltara).
Wakil Ketua H. Muhammad Nasir, S.E., M.M., C.SL., menegaskan komitmen lembaga legislatif tersebut dalam mendukung dan melestarikan warisan seni dan budaya lokal.
”DPRD Kaltara mendukung setiap kegiatan pesta rakyat untuk menjaga pelestarian warisan seni, budaya, dan tradisi,” ujar Wakil Ketua DPRD Provinsi Kaltara, H. Muhammad Nasir.
Kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala, Bupati dan Wakil Bupati Bulungan Syarwani dan Kilat, jajaran Forkopimda, para Bupati dan Walikota se-Kaltara, hingga perwakilan parlemen nasional seperti Anggota Komisi VII DPR RI Hj. Rahmawati dan DPD RI Dr. Marthin Billa beberapa waktu lalu, bentuk kebersamaan untuk menjaga pelestarian budaya khususnya di Kaltara.
Unsur sejarah dan budaya semakin kental, karena turut hadirnya tokoh-tokoh adat, di antaranya Raja Muda H. Datu Dissan Hasanuddin beserta Kerabat Kesultanan Bulungan.
Menurutnya, Pesta Budaya Birau disebut menjadi momen penting bagi seluruh masyarakat Bulungan. Kegiatan ini dijadikan waktu untuk kembali melihat ke belakang dan merancang masa depan.
”Kegiatan ini adalah momen untuk mengenang sejarah, meneladani semangat para pendahulu, serta memperkuat tekad bersama dalam mewujudkan Bulungan yang Berdaulat, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif,” ungkap politisi Golkar tersebut.
Apalagi irama Pesta Budaya Birau serta Tari Jepen gerak, bisa menyatukan semua elemen saat menari bersama.
Aksi ini menyimbolkan sinergi antara wakil rakyat dan masyarakat dalam semangat pelestarian budaya daerah.(**)















Discussion about this post