TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah perbatasan.
Pada Senin (22/12/25), BNNP Kaltara menggelar pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu dan ekstasi di Kantor BNNP Kaltara.
Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari sabu seberat 707,37 gram dan pil ekstasi sebanyak 555 butir. Seluruh barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus dengan tersangka berinisial AS yang ditangkap di Jalan Teuku Umar, Kabupaten Nunukan, pada akhir November lalu.
Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kaltara, Khoirun Hutapea, menjelaskan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya transaksi narkotika di wilayah Nunukan.
”Pada Sabtu, 29 November 2025, sekitar pukul 20.15 Wita, tim BNNP Kaltara bersama BNK Nunukan melakukan penindakan dan mengamankan tersangka AS. Dari tangan tersangka, petugas menemukan 14 bungkus kristal putih diduga sabu dan 6 bungkus plastik berisi pil warna-warni merah muda, hijau, dan biru yang diduga ekstasi,” ujar Khoirun.
Berdasarkan hasil uji laboratorium di BNN Samarinda, barang bukti tersebut dinyatakan positif mengandung sediaan narkotika Golongan I. Sebelum dimusnahkan, sebagian kecil sampel telah disisihkan untuk keperluan persidangan dan uji laboratorium.
Pemusnahan dilakukan secara terbuka dengan dihadiri oleh perwakilan dari Pengadilan Negeri Tarakan, Kejaksaan Negeri Tarakan, dan Polres Tarakan sebagai bentuk transparansi hukum.
Pemusnahan dilakukan dengan cara kristal sabu dimasukkan ke dalam wadah berisi air. Sedangkan ekstasi diblender.
Zat terlarang tersebut dilarutkan dan diaduk hingga hancur sepenuhnya. Kemudian cairan larutan narkotika tersebut kemudian dibuang ke dalam saluran pembuangan (kloset) untuk memastikan barang bukti tidak dapat disalahgunakan kembali.
”Pemusnahan ini adalah bagian dari kewajiban undang-undang sekaligus pesan tegas kepada para pelaku jaringan narkotika bahwa kami tidak main-main dalam melakukan penindakan di Kalimantan Utara,” tegas Khoirun.(*/mt)















Discussion about this post