TARAKAN, Fokusborneo.com – Anda pasti mengenal permainan Domino. Permainan rakyat yang begitu populer. Apalagi di Kaltara. Nah, kini sudah berdiri induk organisasi olahraga domino. Namanya Orado. Federasi Olahraga Domino Nasional. Apa perbedaannya dengan domino tradisional? Berikut tulisannya.
Domino tradisional biasanya menggunKan kartu. Cara menghitungnya pun berbeda. Kita tidak akan membahasnya disini. Silahkan Anda membandingkannya sendiri.
Domino versi Orado tidak pakai kartu. Tapi batu. Jadi tidak bisa dibanting, seperti kartu domino. Persamaannya permainan ini dilakukan berpasangan.
Adinata Kusuma, Sekretaris Orado Kaltara yang baru saja dilantik di Jakarta langsung melakukan sosialisasi. Tempatnya di Warkop Benteng. Pusat domino Tarakan.
Simulasinya dalam bentuk permainan. Adinata berpasangan dengan Ustadz Salafa Hepa. Melawan Bismark Sanusi dan Ansar.
Menurut Bismark. Perbedaan mendasar dengan domino tradisional adalah cara menghitung.
“Domino Porsi sampai 7. Sedangkan Orado sampai poin 101,” kata Bismark, Rabu (14/1/26).
Nah, bagaimana dengan istilah ceki atau polo. Giliran Adi yang menjelaskan. Di Orado menurutnya, ceki dan polo namanya cocok kartu.
“Hitungannya sama. Cuma istilahnya saja yang beda,” jelasnya.
Ini yang menarik. Soal kode. Anda juga sudah tahu teknik kode dalam permainan domino tradisional. Ada saja siasat setiap pasangan. Mulai dari batuk. Garuk kepala. Pegang kuping atau bermain mata.
Di Orado semuanya diantisipasi. Misalnya, setiap pasangan tidak boleh saling memandang. Antisipasinya meja permainan akan disekat.
Turunnya batu juga diatur. Setelah empat batu berikutnya susunan dapat berubah mengikuti angka balak.
Durasi berfikir juga dibatasi. “Setiap pemain jatahnya 30 detik berfikir. Lebih 30 detik denda 11 point,” jelas Adi.
Menariknya, Orado mengkombinasikan aturan domino Sulawesi dan Sumatera. Jadi tidak lagi berbeda.
Cabang olahraga yang sudah diakui KONI itu juga sudah melakukan ekspansif diseluruh Indonesia. Secara serentak, telah dilantik pengurus Provinsi dan Kabupaten Kota.
Bagaimana Orado Kaltara? “Alhamdulillah sudah terbentuk semua. Kami berupaya bisa dipertandingkan di Porprov. Sedangkan pengurus Pusat akan berupaya Orado tampil di PON mendatang,” jelasnya.
Kini giliran Anda para pemain domino. Apakah berminat menjadi atlet Orado? Mumpung ceki, berarti masih ada waktu. (Pai)














Discussion about this post