BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota Balikpapan mendorong agar Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Posyandu semakin berperan aktif sebagai ujung tombak pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat, bukan sekadar menjalankan agenda seremonial.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa keberadaan PKK dan Posyandu harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam upaya peningkatan kesejahteraan ibu dan anak.
Penegasan tersebut disampaikan Rahmad saat menghadiri pelantikan pengurus PKK dan Posyandu yang digelar di Aula Balai Kota Balikpapan, Rabu (14/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengapresiasi kekompakan serta semangat para pengurus, khususnya keterlibatan generasi muda yang dinilai memiliki potensi besar dalam menggerakkan berbagai program pemberdayaan keluarga.
“Kebersamaan yang ditunjukkan hari ini sangat luar biasa. Kita yang masih muda, khususnya pengurus Posyandu dan PKK, sudah memiliki kebijakan, kewenangan, bahkan dukungan anggaran. Masa tidak bisa berbuat yang terbaik untuk keluarga dan masyarakat?” ujar Rahmad.
Ia menekankan pentingnya keteladanan para pengurus dalam pengabdian dan pelayanan. Menurutnya, keberhasilan program PKK dan Posyandu sangat ditentukan oleh kesungguhan kader untuk turun langsung ke lapangan, memahami kebutuhan masyarakat, serta memastikan program berjalan tepat sasaran.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kerja langsung ke lapangan adalah kunci utama agar program benar-benar selaras dengan tujuan menyejahterakan keluarga dan mendukung kebijakan pemerintah pusat maupun daerah,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus yang baru dilantik. Ia berharap amanah yang diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, keikhlasan, serta semangat kebersamaan. Dalam sambutannya, Rahmad turut menyelipkan pantun sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.
“PKK dan Posyandu harus saling menguatkan. Saya melihat banyak yang hadir bersama pasangan, suami dan istri. Ini adalah potensi besar jika dijalankan dengan kekompakan,” katanya.
Rahmad kembali mengingatkan agar kegiatan PKK dan Posyandu tidak terjebak pada rutinitas seremonial yang berlebihan, melainkan lebih fokus pada kerja produktif yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Seremonial tetap penting, tapi yang jauh lebih utama adalah hasil nyata di lapangan. Ketika masyarakat merasakan manfaatnya, di situlah keberhasilan sesungguhnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa gerakan PKK dan Posyandu harus berangkat dari kepedulian, dedikasi, dan kerja nyata dalam membina keluarga serta melayani masyarakat.
Ia menyebut pelantikan pengurus bukan sekadar agenda formal, melainkan komitmen bersama untuk bekerja lebih dekat dengan masyarakat secara ikhlas dan berkelanjutan.
“Melalui PKK dan Posyandu, kita membangun harapan untuk mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, mandiri, dan berakhlak. Ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujarnya.
Menurut Hj. Nurlena, pembangunan bangsa dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil. Mulai dari pola asuh, pemenuhan gizi, lingkungan sehat, hingga terciptanya keluarga yang mandiri dan produktif.
Ia juga menegaskan peran strategis Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak, guna memastikan tumbuh kembang generasi sejak dini berjalan optimal.
Selain itu, Hj. Nurlena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak lintas sektor dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang selama ini bersinergi mendukung program PKK dan Posyandu di Kota Balikpapan.
Menutup sambutannya, Hj. Nurlena menegaskan bahwa tantangan ke depan, seperti penanganan stunting, penguatan ketahanan keluarga, dan peningkatan kualitas layanan Posyandu, harus dijawab dengan kerja kolaboratif dan komitmen bersama.
“Ukuran keberhasilan PKK dan Posyandu bukan dari banyaknya kegiatan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, kuat, dan sejahtera,” pungkasnya.(**)















Discussion about this post