TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Herman kembali mengukuhkan dominasinya dalam peta politik Kalimantan Utara (Kaltara). Ia kembali dipercaya menahkodai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltara untuk masa jabatan ketiga kalinya.
Kepercayaan ini menjadi sinyal kuat DPP PKB menginginkan keberlanjutan prestasi yang telah ditorehkan Herman di Bumi Benuanta.
Langkah awal di periode ketiga ini, akan dimulai dengan pelantikan serentak nasional di Jakarta pada awal Februari mendatang.
Herman menjelaskan momentum tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan ajang penguatan ideologi melalui “Akpolbang” atau akademi kader bagi jajaran pimpinan partai.
”Setelah pengukuhan, kita langsung tancap gas. Ada dua opsi Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil), sebelum puasa atau setelah lebaran. Di sana kita akan meramu strategi besar untuk agenda politik PKB Kaltara ke depan,” ujar Herman, Senin (26/1/25).
Menariknya, Herman memilih untuk tidak merombak kabinet-nya. Ia tetap mempertahankan Muhammad Samir sebagai Sekretaris dan Laode Ali sebagai Bendahara. Di jajaran Dewan Syuro, sosok Haji Abdul Murad tetap dipercaya sebagai Ketua didampingi Ustadz Patas.
Keputusan ini diambil atas pertimbangan matang bersama DPP. “Kinerja mereka sudah teruji. Kami hanya perlu meningkatkan komitmen dan akselerasi kerja. Skuad ini sudah solid dan siap bertarung kembali,” tegasnya.
Melihat rekam jejak Pemilu sebelumnya, Herman optimistis PKB akan mengalami lonjakan suara yang signifikan. Ia memaparkan fakta saat ini tidak ada lagi kursi kosong bagi PKB di tingkat kabupaten maupun kota se-Kaltara.
”Dulu di Malinau dan Nunukan kita kosong, sekarang sudah ada perwakilan. Di Bulungan naik jadi dua kursi, bahkan di KTT kita sudah masuk unsur pimpinan DPRD. Ke depan, target kita adalah merebut kembali kursi pimpinan di Tarakan dan memperkuat kursi di Provinsi,” ungkapnya.
Pria juga tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltara itu juga tidak menutup mata pada evaluasi tipisnya kekalahan di beberapa Dapil pada pemilu lalu.
Ia menyebut kekalahan di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Tarakan Tengah hanya selisih 6 suara dan 360 suara di dapil lain untuk DPRD Provinsi sebagai pelajaran berharga yang akan diperbaiki melalui pemetaan kader potensial di wilayah-wilayah strategis.
Menyadari perubahan demografi pemilih, Herman telah menyiapkan ruang khusus bagi generasi muda dalam struktur partai. Bidang khusus untuk Gen Z dan Gen Alpha dibentuk agar PKB tetap relevan dengan minat dan bakat anak muda zaman sekarang.
”Politik PKB adalah Politik Kehadiran, seperti pesan Ketua Umum. Kader harus hadir di setiap denyut nadi masyarakat. Kami juga akan rutin menggelar pendidikan kader loyalis dengan target menciptakan ratusan kader baru setiap tahunnya,” tambahnya.
Ambisi puncaknya sangat jelas, PKB Kaltara tidak hanya ingin menjadi penonton dalam Pilkada mendatang. Herman berharap pada 2029, ada kader murni PKB yang menduduki jabatan sebagai Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah di Kaltara.(*/mt)















Discussion about this post