TARAKAN, Fokusborneo.com – Isu mengenai pengurangan kuota BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) dari pemerintah pusat tidak menyurutkan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) untuk menjamin kesehatan warganya.
Hal ini ditegaskan Anggota DPRD Provinsi Kaltara, Syamsuddin Arfah, dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2025 di Rumah Makan Mak Etek, Minggu (15/2/26).
Dalam pertemuan yang dihadiri mayoritas ibu rumah tangga tersebut, keresahan mengenai keberlanjutan BPJS gratis menjadi aspirasi utama. Banyak warga mengkhawatirkan kebijakan pusat yang kabarnya tengah melakukan evaluasi dan pengurangan kuota peserta PBI.
Menanggapi hal itu, Syamsuddin Arfah mengungkapkan Kaltara telah menyiapkan langkah antisipasi dengan mengalokasikan anggaran daerah sendiri.
”Memang dari pusat ada evaluasi dan potensi pengurangan. Namun, untuk di Kaltara tahun 2026 ini, kita sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp20 miliar sebagai komitmen daerah untuk menutupi kekurangan dari pusat tersebut,” jelas Syamsuddin.
Meski ada guncangan kebijakan di tingkat pusat, Syamsuddin menegaskan masyarakat Kaltara yang masuk kategori tidak mampu dan sedang mengalami sakit berat tetap menjadi prioritas utama.
Ia mencatat sedikitnya ada 10 kasus warga dalam bulan ini yang sedang sakit berat namun terkendala administrasi BPJS. Aspirasi ini akan langsung dikawal agar segera masuk dalam tanggungan anggaran Rp20 miliar yang telah disiapkan pemerintah provinsi.
Sebagai tindak lanjut dari usulan warga, Syamsuddin Arfah akan terus mengawal anggaran Rp20 Miliar dan memastikan dana pendamping tersebut benar-benar terserap untuk warga yang datanya terhapus atau tidak ter-cover pusat.
Selain itu, DPRD akan terus berkoordinasi agar hasil evaluasi di pusat tidak menambah beban anggaran daerah secara berlebihan. Serta mendesak instansi terkait untuk menyisir kembali warga kurang mampu yang belum terdaftar agar mendapatkan kepastian layanan kesehatan.
”Tugas kami adalah memastikan dana itu sampai ke warga yang membutuhkan, terutama mereka yang sedang berjuang melawan penyakit berat,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post