TARAKAN, Foksuborneo.com — Memasuki awal Tahun Anggaran 2026, seluruh jajaran TNI Angkatan Darat diminta bergerak cepat dan tepat dalam merealisasikan program kerja. Dua bulan pertama tahun ini dinilai sebagai periode penentu keberhasilan pelaksanaan kegiatan di setiap satuan.
Penegasan tersebut tertuang dalam amanat Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Maruli Simanjuntak, yang dibacakan Komandan Kodim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata, S.Sos., M.Han., saat memimpin upacara 17-an di Lapangan Makodim 0907/Tarakan, Jalan Pulau Kalimantan RT 17, Kelurahan Kampung Satu Skip, Kecamatan Tarakan Tengah, Rabu (18/2/2026).
Upacara tersebut diikuti perwira, bintara, tamtama, serta ASN TNI AD di lingkungan Kodim 0907/Tarakan.
Dalam amanatnya, Kasad menegaskan bahwa fase awal tahun merupakan momentum strategis untuk memastikan seluruh program dan anggaran berjalan sesuai perencanaan.
“Dua bulan pertama ini menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program kerja dan penyerapan anggaran, baik di tingkat pusat maupun satuan pelaksana di lapangan,” demikian amanat Kasad yang disampaikan Dandim.
Ia juga mengingatkan agar hasil evaluasi Tahun Anggaran 2025 dijadikan pijakan untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas kinerja pada tahun berjalan. “Setiap kekurangan harus menjadi bahan perbaikan agar pengabdian kita semakin optimal,” lanjutnya.

Kasad menambahkan, upacara 17-an bukan sekadar kegiatan seremonial rutin, melainkan ruang refleksi untuk menilai capaian tugas sekaligus memperkuat disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab seluruh prajurit serta ASN TNI AD.
“Jadikan momentum ini untuk mempertegas komitmen pengabdian dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas,” bunyi amanat tersebut.
Selain fokus pada percepatan program, prajurit dan ASN juga diminta menjaga nama baik institusi di tengah tingginya kepercayaan masyarakat kepada TNI AD, termasuk dalam pelaksanaan tugas kemanusiaan seperti bantuan penanggulangan bencana di berbagai wilayah.
Menutup amanatnya, Kasad memberikan lima penekanan utama, yakni melibatkan nilai keimanan dalam setiap perencanaan, memperkokoh soliditas internal dan sinergi eksternal, menjunjung tinggi persatuan dan kerukunan, meningkatkan kemampuan melalui belajar dan berlatih secara berkelanjutan, serta memastikan kesiapsiagaan satuan dalam menghadapi berbagai dinamika penugasan.
“Teruslah berlatih dan tingkatkan kesiapan satuan agar selalu siap menghadapi setiap tugas yang dipercayakan negara,” tegas Dandim Danan. (**)















Discussion about this post