MALINAU, Fokusborneo.com – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hendri Tuwi, melakukan langkah proaktif dalam mengisi masa resesnya pekan ini.
Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) III Malinau tersebut, memilih untuk turun langsung ke ladang-ladang guna menyambangi sejumlah kelompok tani (poktan) di wilayah konstituennya.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Hendri ingin memastikan kondisi riil di lapangan selaras dengan kebijakan yang diambil di tingkat provinsi.
Menurutnya, sektor pertanian tetap menjadi pilar strategis yang membutuhkan pendampingan serta intervensi pemerintah secara berkelanjutan.
”Fokus utama saya dalam reses kali ini adalah memastikan perkembangan kelompok tani terdampingi dengan baik. Kita ingin produksi mereka tidak hanya jalan di tempat, tapi melonjak tajam agar kesejahteraan petani kita ikut terkerek naik,” ujar Hendri, Selasa (17/2).
Hendri menegaskan kehadiran anggota legislatif di tengah petani tidak boleh sekadar menjadi seremoni atau pengumpul catatan semata.
Ia berkomitmen untuk mentransformasikan setiap keluhan dan masukan yang ia terima menjadi draf program yang akan diajukan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara.
Ia memandang, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada sinkronisasi antara kebutuhan petani dan skema bantuan dari pemerintah.
”Suara, usulan, hingga kritik dari para petani di lapangan adalah kompas bagi kami. Hasil serap aspirasi ini akan menjadi referensi utama dalam penyusunan usulan kegiatan yang akan kami dorong agar segera direalisasikan oleh Pemprov Kaltara,” tegas politisi tersebut.
Lebih lanjut, Hendri menekankan penguatan sektor ini harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pemberian sarana produksi (saprodi) hingga pendampingan teknis.
Ia berharap kelompok tani di Malinau tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan zaman, namun juga memiliki daya saing yang tinggi.
”Visi kita jelas kelompok tani harus naik kelas. Jika produktivitas meningkat dan akses pasar mereka terjamin, dampak ekonominya akan langsung dirasakan oleh dapur keluarga petani. Itulah esensi dari pembangunan yang sebenarnya,” pungkas Hendri.(**)














Discussion about this post