TARAKAN, Fokusborneo.com – Badan Layanan Umum (BLU) Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Utama Juwata Tarakan resmi membuka Pos Koordinasi (Posko) Angkutan Lebaran Tahun 2026 pada Jumat sore (13/3/2026).
Pembukaan posko ini menjadi komitmen otoritas bandara dalam memastikan kehadiran negara untuk memberikan pelayanan terbaik, aman, dan selamat bagi masyarakat di sektor transportasi udara.
Kegiatan ini didukung penuh oleh berbagai stakeholder terkait, mulai dari Kepolisian, TNI, Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, serta instansi lainnya yang tergabung dalam komunitas bandara.
Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato memprediksi kenaikan signifikan jumlah penumpang akan terjadi dalam waktu dekat. Berdasarkan analisis data, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada 18 Maret 2026. Sementara itu, untuk puncak arus balik, berdasarkan survei diprediksi akan dimulai pada 25 Maret 2026.
“Saat ini kita masih di fase awal Ramadan yang biasanya merupakan low season. Namun, pergerakan penumpang sudah mulai menunjukkan kenaikan sejak 12 Maret kemarin. Bahkan, menurut informasi masyarakat, kursi di sistem pemesanan sudah mulai penuh,” ujarnya.
Saat ini, Bandara Juwata melayani 8 slot penerbangan reguler. Guna mengantisipasi lonjakan penumpang, maskapai Super Air Jet (SAJ) dijadwalkan akan mengoperasikan penerbangan tambahan (extra flight) mulai 15 Maret 2026 dengan rute Balikpapan-Tarakan (RON) dan keberangkatan pagi hari pukul 06.00 WITA menuju Balikpapan.
“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai lain seperti Lion Group dan Batik Air untuk memastikan kebutuhan transportasi masyarakat Kaltara dapat terpenuhi, terutama jika permintaan terus meningkat,” ungkapnya.
Kabar baik bagi pemudik, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberlakukan skema diskon tarif sekitar 17 hingga 18 persen. Skema ini dilakukan dengan pemerintah menanggung komponen tertentu seperti PPN.
“Diskon kali ini lebih tinggi dibandingkan periode Nataru lalu. Harapannya, ini dapat merangsang minat masyarakat untuk mudik dan membuat harga tiket menjadi lebih terjangkau,” tambahnya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan atau mudik, untuk memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan.Tidak membawa barang bawaan yang berlebihan.Dilarang keras membawa barang-barang berbahaya (prohibited items). (ary)














Discussion about this post