TABALONG, Fokusborneo.com – PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field menggelar kegiatan media gathering, yakni Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA PHI) Edisi Olahraga, berupa kegiatan mancing bersama wartawan yang berlangsung pada Kamis, 11 Juni 2026 di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Kegiatan BASO IGA PHI ini diselenggarakan untuk mempererat hubungan dengan para wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang industri hulu migas nasional.
Kegiatan kali ini dihadiri manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang membawahi pengelolaan operasi hulu migas Pertamina di wilayah Kalimantan, termasuk lapangan migas PEP Tanjung Field di Kalimantan Selatan. Kegiatan diawali dengan pemaparan tentang industri hulu migas serta peran perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk media massa, dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional. Sesi ini menjadi sarana interaktif untuk memahami tantangan dan peluang industri hulu migas dalam mendukung pembangunan daerah di sekitar wilayah operasi Perusahaan..
Ketua PWI Tabalong, Sabirin, dalam sambutannya menyampaikan dukungan PWI atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan BASO IGA PHI bersama para wartawan di wilayah Tabalong. Sabirin pun menyampaikan apresiasi atas hubungan yang telah terjalin baik selama ini antara PEP Tanjung Field dan PWI Tabalong. “Kami mengapresiasi dukungan yang diberikan Perusahaan selama ini dan kami berharap hubungan baik antara perusahaan dan PWI akan semakin harmonis ke depannya” ungkapnya.
Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menjelaskan bahwa BASO IGA PHI merupakan kegiatan media gathering di lingkungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) Regional 3 Kalimantan yang digagas sejak masa pandemi Covid-19 di 2021 lalu. “Kami menyadari kebutuhan Perusahaan untuk berkolaborasi dengan media massa dalam menyampaikan informasi publik yang obyektif, akurat, dan berimbang sehingga diperlukan suatu wadah yang dapat terus menjaga kualitas hubungan antara media dan Perusahaan,” jelasnya.
Menurutnya, BASO IGA PHI merupakan salah satu inisiatif kegiatan pertemuan media yang dirancang untuk membangun ruang dialog yang lebih santai namun tetap produktif dan efektif. “Penyelenggaraan kegiatan BASO IGA PHI diharapkan dapat mendorong penulisan berita tentang perusahaan dan industri hulu migas yang semakin berkualitas, akurat, dan berdampak positif bagi masyarakat pembaca sehingga dapat mendukung keberlanjutan produksi migas nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, BASO IGA pertama kali digagas secara daring melalui platform Zoom. Seiring perkembangannya, kegiatan dilakukan secara luring dan interaksi terus dibangun melalui kehadiran grup WhatsApp (WAG) BASO IGA PHI. Pada penyelenggaraan BASO IGA Edisi Khusus Memancing kali ini, PHI juga mengumumkan pembentukan WAG BASO IGA Tanjung Tabalong sebagai sarana komunikasi, pertukaran informasi, dan distribusi siaran pers perusahaan kepada media di wilayah setempat.
Selain itu, Dony juga menyampaikan informasi mengenai Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA), yakni ajang kompetisi karya jurnalistik yang diselenggarakan bagi insan media melalui penulisan berita terkait kegiatan industri hulu migas perusahaan. Tahun 2026 ini adalah kali kedua penyelenggaraan APEKA. Kompetisi tersebut terbuka bagi wartawan media cetak, media daring, radio, dan televisi, dengan periode pengumpulan karya hingga 16 Agustus 2026.
Sebagai ajang peningkatan pemahaman wartawan tentang hulu migas, pada akhir paparannya, Dony menjelaskan rangkaian kegiatan industri hulu migas sejak tahap eksplorasi, pengembangan, operasi/produksi, hingga abandonment. Ia pun menjelaskan sekilas tentang Kontrak Kerjasama Migas, beserta tantangan yang dihadapi PEP Tanjung Field saat ini. Menurutnya, tantangan tersebut tidak hanya terkait pencapaian target produksi, tetapi juga memastikan kelancaran penyaluran minyak melalui jaringan pipa sepanjang 236.4 km kilometer menuju RU V Balikpapan sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional. Menurutnya, kompleksitas operasional tersebut membutuhkan pemahaman yang baik dari seluruh lapisan masyarakat agar dapat dikelola dengan aman, selamat, dan berkelanjutan.
Dony menambahkan, pemberitaan media yang akurat dan positif dapat mendorong edukasi publik yang baik mengenai industri hulu migas sehingga dapat mendukung peran perusahaan dalam menyediakan energi bagi pembangunan nasional. “Oleh karena itu, dalam pertemuan BASO IGA PHI kali ini, perusahaan ingin terus membangun relasi yang kuat dan meningkatkan pemahaman rekan-rekan media tentang industri hulu migas nasional sehingga menghasilkan berita dan edukasi publik yang berkualitas,” imbuhnya
Kegiatan dilanjutkan dengan olahraga mancing bersama yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Acara BASO IGA PHI kali ini ditutup dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan ikan bakar khas Tanjung.
PT Pertamina EP (PEP) Tanjung Field merupakan bagian dari Zona 9 Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan yang dinakhodai oleh PT Pertamina Hulu Indonesia. Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PEP Tanjung Field menjalankan operasi dan bisnis hulu migas yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan di Kalimantan Selatan sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) demi mendukung keberlanjutan produksi migas nasional dan mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. Informasi lebih lanjut tentang PHI-Regional 3 Kalimantan tersedia di https://phi.pertamina.com. (**)















Discussion about this post