TARAKAN, Fokusborneo.com – Sejumlah titik keramaian di Kota Tarakan menjadi fokus peninjauan Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy dalam pengecekan pos Operasi Ketupat Kayan 2026 menjelang arus mudik Idulfitri.
Peninjauan dilakukan di Bandar Udara Juwata Tarakan dan Pasar Guser Tarakan untuk memastikan kesiapan personel serta pelayanan kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran.
Kapolda tiba di Bandara Juwata Tarakan bersama Ketua Bhayangkari Daerah Kalimantan Utara dan jajaran pejabat utama Polda Kaltara.
Di lokasi tersebut, ia memantau aktivitas penumpang di area keberangkatan dan kedatangan sekaligus mengecek kesiapan personel yang bertugas di pos pengamanan.
Djati menilai bandara menjadi salah satu titik strategis yang memerlukan perhatian khusus dalam pengamanan Operasi Ketupat. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi agar mobilitas masyarakat selama arus mudik tetap berjalan lancar.
“Bandara merupakan salah satu pintu utama mobilitas masyarakat. Petugas harus memastikan pengamanan berjalan optimal dengan koordinasi yang baik bersama seluruh unsur yang terlibat,” ujarnya.
Peninjauan kemudian dilanjutkan ke Pasar Guser Tarakan yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Di kawasan tersebut, Kapolda melihat langsung situasi keamanan sekaligus memantau kehadiran personel kepolisian yang bertugas di sekitar area pasar.
Kawasan pasar dinilai menjadi titik yang rawan kepadatan aktivitas, terutama pada masa menjelang Lebaran. Kondisi tersebut berpotensi memicu gangguan kamtibmas apabila pengawasan tidak dilakukan secara maksimal.
“Menjelang Lebaran aktivitas masyarakat di pasar meningkat cukup signifikan. Kehadiran personel di lapangan sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada pedagang maupun pengunjung,” katanya.
Selain itu, Kapolda juga mengingatkan personel untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kejahatan yang kerap terjadi di pusat keramaian, seperti pencopetan dan penipuan. Patroli serta pengawasan di titik-titik rawan diminta untuk lebih diintensifkan.
Operasi Ketupat Kayan 2026 digelar untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Idulfitri di wilayah Kalimantan Utara, termasuk di Kota Tarakan yang menjadi salah satu pusat mobilitas masyarakat.
Djati berharap seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama masa mudik.
“Petugas harus tetap siaga dan memberikan pelayanan secara humanis kepada masyarakat. Kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama perayaan Idulfitri,” tutupnya. (*)















Discussion about this post