TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Nama Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali, kembali dicatut oleh pihak tak bertanggung jawab melalui akun palsu yang beredar di media sosial.
Fenomena ini memunculkan kekhawatiran serius, mengingat akun-akun tersebut tidak hanya menyebarkan informasi yang belum tentu benar, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sarana penipuan.
Beberapa akun bahkan diduga mencoba membangun komunikasi dengan masyarakat menggunakan identitas kepala daerah untuk mendapatkan kepercayaan.
Pemerintah Kabupaten Tana Tidung pun langsung merespons dengan mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang beredar dari sumber yang tidak jelas.
Bupati Ibrahim Ali menegaskan seluruh informasi resmi terkait kebijakan pemerintah daerah maupun komunikasi pribadi dirinya hanya disampaikan melalui kanal resmi yang telah terverifikasi.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak menanggapi akun yang tidak memiliki kejelasan identitas.
“Waspada bagi seluruh masyarakat Kabupaten Tana Tidung. Saat ini beredar akun palsu dan berita hoaks yang mengatasnamakan Bupati Tana Tidung. Kami mengimbau agar masyarakat tidak terpancing dengan akun tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, penyalahgunaan identitas pejabat publik kerap dijadikan modus oleh pelaku kejahatan untuk memperoleh keuntungan pribadi. Masyarakat diminta tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menghubungi dan mengatasnamakan dirinya.
“Saya tegaskan, apabila ada pihak yang menghubungi dengan mengatasnamakan saya, apalagi sampai meminta sesuatu atau menawarkan hal tertentu, itu patut dicurigai. Pastikan dulu kebenarannya melalui sumber resmi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang berkaitan dengan pejabat publik atau kebijakan pemerintah.
“Jangan mudah membagikan informasi yang belum jelas sumbernya. Saring sebelum sharing, karena dampaknya bisa luas dan merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan akun mencurigakan atau indikasi penipuan yang mengatasnamakan pejabat daerah.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan literasi digital masyarakat agar lebih tanggap terhadap berbagai modus kejahatan di ruang siber.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ruang digital tetap aman. Kalau menemukan akun mencurigakan, segera laporkan agar bisa ditindaklanjuti,” jelasnya.
Langkah kewaspadaan bersama dinilai penting untuk memutus rantai penyebaran hoaks sekaligus mencegah potensi kejahatan digital yang semakin berkembang.
“Terima kasih atas perhatian dan kerja sama masyarakat dalam menjaga keamanan, khususnya dari potensi penipuan yang merugikan. Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak mudah percaya, dan selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima,” tutupnya. (*)













Discussion about this post