TARAKAN, Fokusborneo.com – Ketua Komisi I DPRD Kota Tarakan, Adyansa, resmi merilis Laporan Akhir Tahun 2025 yang berisi evaluasi kritis terhadap kinerja Pemerintah Kota Tarakan.
Dalam laporannya, politisi PKS tersebut menyoroti 10 poin utama yang dianggap masih memerlukan perbaikan signifikan, terutama di sektor pelayanan publik dan infrastruktur dasar.
”Masih banyak aspek yang menjadi catatan merah bagi kami. Ini harus diperjuangkan secara maksimal pada tahun mendatang agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ujar Adyansa, Rabu (1/4/2026).
Sektor kesehatan menjadi sorotan utama, khususnya terkait angka stunting. Adyansa mendesak adanya intervensi gizi terpadu yang lebih kuat di tingkat kecamatan dengan mengoptimalkan peran Posyandu.
Selain itu, di bidang pendidikan, ia meminta Dinas Perpustakaan lebih proaktif meningkatkan literasi masyarakat melalui festival dan penguatan komunitas baca.
DPRD juga memberikan atensi besar pada masalah banjir dan penerangan jalan. Namun, isu yang paling ditekankan adalah kewajiban pemerintah dalam menyelesaikan pembayaran lahan terutang secara transparan.
”Pemerintah harus bertanggung jawab. Jangan ada pembayaran lahan yang digantung tanpa kepastian bagi warga,” tegasnya.
Untuk mengatasi konflik pertanahan, Komisi I mendorong pembentukan Tim Terpadu yang melibatkan Pemkot, BPN, DPRD, hingga Aparat Penegak Hukum (APH).
Tim ini diharapkan mampu mempercepat sertifikasi tanah bagi warga prasejahtera, nelayan, dan petani tanpa adanya praktik pungutan liar (pungli).
Terkait pelayanan administrasi, Adyansa mengapresiasi Mal Pelayanan Publik (MPP), namun menuntut agar pelayanan di tingkat kelurahan dan kecamatan segera beralih ke sistem digital (pelayanan prima).
Ia juga meminta Disdukcapil melakukan pemutakhiran data agar lebih akurat.
Terakhir, menanggapi kerawanan kebakaran di wilayah pesisir, Adyansa mendesak pemerintah untuk melakukan pengadaan armada pemadam kebakaran baru, menyediakan APD berstandar nasional bagi petugas, serta memasang instalasi hydrant di titik-titik rawan kebakaran.
”DPRD Tarakan berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi rakyat demi kemajuan kota yang kita cintai ini,” pungkasnya.(*/mt)

















Discussion about this post