TARAKAN, Fokusborneo.com – Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Masyarakat Penggugat Amanat Rakyat (GAMPAR) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kota Tarakan, Senin (6/4/26).
Aksi ini bertujuan menuntut evaluasi besar-besaran terhadap kinerja serta kebijakan DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).
Aksi yang dihadiri pimpinan DPRD Kota Tarakan dan perwakilan DPRD Provinsi Kaltara ini diwarnai ketegangan saat berdialog di halaman Kantor DPRD Kota Tarakan, terutama terkait isu anggaran pendidikan dan etika komunikasi wakil rakyat.
Perwakilan mahasiswa, dipimpin Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT), Anhari Firdaus, menyampaikan poin-poin keberatan yaitu mahasiswa mempertanyakan penurunan alokasi anggaran beasiswa dari sebelumnya Rp15 miliar hanya tinggal Rp5 miliar. Termasuk anggaran pendidikan yang dinilai tidak berpihak pada pelajar di Kaltara.
Menuntut bukti nyata bahwa kebijakan yang diambil bukan berdasarkan kepentingan kelompok atau perut masing-masing anggota dewan, melainkan untuk masyarakat Kaltara.
Menanggapi tekanan massa, Yancong yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Kaltara memberikan penjelasan kepada massa.
Ia menegaskan DPRD Provinsi Kaltara komitmen anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD sesuai undang-undang telah terpenuhi. Dengan proyeksi APBD 2025 sebesar Rp3,1 Triliun, dana pendidikan dialokasikan sekitar Rp600 Miliar lebih.
Yamcong menjelaskan angka 20% tersebut mencakup seluruh operasional di Dinas Pendidikan, termasuk gaji guru dan tenaga pendidik yang diatur dalam peraturan daerah.
Ia menyatakan APBD adalah “kitab suci” pemerintah yang tidak boleh dikerjakan di luar aturan, bersifat transparan, dan setiap tahun diaudit oleh BPK serta Inspektorat.
Terkait tuntutan penggantian Ketua DPRD Provinsi Kaltara, Yancong meminta mahasiswa memberikan poin-poin keberatan secara tertulis agar dapat dibahas secara internal di fraksi dan dilaporkan ke pimpinan partai di tingkat pusat.
Aksi ini diterima Ketua DPRD Kota Tarakan Muhammad Yunus beserta anggota yaitu Al Razali, Suryadi Sangkala, dr. Yuli Indrayani, Jamaliah.
Dari tingkat provinsi, hadir pula Syamsuddin Arfah, Dino Andrian, dan Adi Nata Kusuma untuk mendampingi Yancong dalam memberikan penjelasan kepada massa aksi.(*/mt)














Discussion about this post