TARAKAN, Fokusborneo.com – Walikota Tarakan, dr. Khairul, menghadiri Rapat Senat Terbuka dalam rangka Pengukuhan Prof. Dr. E. Mohamad Nur Utomo, S.E., M.Si. sebagai Guru Besar bidang Ilmu Manajemen pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Borneo Tarakan (UBT).
Acara yang berlangsung di Gedung Rektorat Lantai 4 Kampus UBT pada Rabu (29/4/26) ini, juga dihadiri Ketua DPRD Kaltara Achmad Djufrie, Ketua PURT DPD RI Hasan Basri, serta sejumlah mitra kerja instansi pemerintahan dan swasta.
Dalam sambutannya, dr. Khairul menyampaikan ucapan selamat yang mendalam kepada Prof. Mohamad Nur Utomo atas pencapaian gelar akademik tertinggi tersebut. Ia menyebutkan menjadi Guru Besar adalah impian setiap insan akademisi.
”Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Tarakan, saya mengucapkan selamat kepada Prof. Nur Utomo. Jika di PNS cita-cita tertingginya adalah Sekda (SekretarisDaerah), maka bagi seorang dosen, belum lengkap rasanya jika belum mencapai gelar Guru Besar,” ujar Walikota.
Menariknya, dr. Khairul mengungkap sisi lain dari Prof. Mohamad Nur Utomo yang mungkin belum banyak diketahui publik.
Walikota mengenang masa-masa awal tahun 2000-an hingga 2008, di mana Prof. Mohamad Nur Utomo pernah menjabat sebagai Direktur Baitul Maal Tarakan (BM-T) di Kota Tarakan.
Walikota menilai pidato orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Mohamad Nur Utomo bukanlah sekadar teori di atas kertas, melainkan hasil dari konsistensi dan pengalaman pribadinya saat mengelola lembaga keuangan syariah di masa lalu.
”Apa yang beliau elaborasi tadi adalah nafas perjuangan kita dulu dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan dan UMKM yang termarginalkan. Dulu di Baitul Maal, kita punya konsep sederhana: kalau ada pelaku usaha kecil yang tidak terjangkau perbankan konvensional, selama mereka mau berusaha dan beribadah, kita beri modal dengan sistem bagi hasil,” kenang dr. Khairul.
Ia menambahkan sosok Prof. Mohamad Nur Utomo adalah bukti nyata dari ungkapan “hasil tidak akan mengkhianati usaha.”
Walikota mengaku sempat terkejut dan kagum melihat transformasi karir koleganya tersebut hingga menjadi seorang profesor.
Lebih lanjut, dr. Khairul berharap kehadiran Guru Besar baru ini dapat memberikan dampak implementatif bagi regulasi daerah maupun nasional, khususnya melalui keberadaan Science Techno Park di universitas.
Ia menyoroti pentingnya melahirkan kebijakan yang mempermudah akses modal bagi UMKM tanpa terbentur birokrasi yang kaku.
”Kita berharap dari kampus ini lahir ide-ide besar yang bisa memperbaiki regulasi negara, agar masyarakat kecil bisa berdaya tanpa harus terbebani agunan atau riwayat penghasilan yang rumit di awal,” tuturnya.
Walikota juga memberikan apresiasi terhadap status Prof. Mohamad Nur Utomo yang membuktikan bahwa aparatur dengan status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) mampu mencapai prestasi puncak di bidang akademik.
”Ini adalah motivasi luar biasa bagi teman-teman PPPK lainnya. Bahwa dengan semangat dan usaha yang keras, pintu langit akan terbuka. Dari yang tidak mungkin menjadi mungkin,” pungkas dr. Khairul.(*/mt)















Discussion about this post