TARAKAN, Fokusborneo.com – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tarakan, Ibnu Saud, menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Paripurna Kantor DPRD Kota Tarakan pada Rabu (20/5/26).
RDP tersebut digelar guna menanggapi tuntutan yang disampaikan dalam aksi damai oleh ratusan driver ojek online (ojol) di Kota Tarakan yang diwakili oleh DPD SePOI (Serikat Pengemudi Online Indonesia) dan FDTOI (Forum Diskusi Transportasi Online Indonesia).
Acara ini juga turut dihadiri Ketua DPRD Kota Tarakan, Muhammad Yunus, beserta jajaran anggota DPRD lainnya, serta perwakilan dari komunitas driver ojol.
Seusai rapat, Pj Walikota Tarakan Ibnu Saud menjelaskan situasi perekonomian daerah yang saat ini sedang menunjukkan tren positif. Ia mengungkapkan Kota Tarakan baru saja mendapatkan penghargaan atas keberhasilannya menurunkan angka pengangguran secara signifikan.
”Terkait ini, sebenarnya pertumbuhan kita ini kan lumayan bagus. Kita mendapat penghargaan karena berhasil menurunkan pengangguran yang paling tinggi di Pulau Kalimantan. Tapi, itu bukan berarti (penurunan) besar sekali, cuma paling tinggi di antara yang rendah. Istilah gampangnya the best among the worst, yang terbaik di antara yang buruk,” ujar Ibnu Saud.
Ibnu Saud tidak menampik di tengah prestasi tersebut, masyarakat termasuk para pelaku transportasi online masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi di lapangan.
Menanggapi keluhan para driver ojol mengenai sepinya orderan dan penurunan pendapatan, Ibnu Saud memaparkan salah satu strategi pemerintah daerah saat ini adalah menggenjot program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai efektif dalam menyerap tenaga kerja lokal dan memberikan efek domino pada sektor lainnya.
”Apa yang dilakukan pemerintah? Memang banyak pengurangan pengangguran melalui MBG. Dari sekian dapur saja, itu kan minimal menyerap 40 sampai 50 tenaga kerja di bawah. Itu baru gaji, belum lagi yang tidak langsung seperti supplier dan sebagainya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ibnu Saud menekankan pentingnya pertumbuhan ekonomi untuk mendongkrak daya beli masyarakat. Jika pertumbuhan ekonomi tinggi dan daya beli meningkat, maka sektor jasa seperti ojek online akan otomatis ikut kecipratan dampak positifnya.
“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, pasti kan daya beli meningkat. Kalau daya beli meningkat, otomatis akan banyak yang pakai ojek, akan banyak juga orang yang makan di luar (atau memesan makanan online). Tapi kalau pertumbuhan ekonomi tidak ada, pasti orang membatasi spending (pengeluaran). Daripada makan di luar yang pasti mahal, mending menabung,” tambahnya.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Tarakan berkomitmen penuh untuk terus mendorong perputaran ekonomi lokal melalui program MBG dan operasi pasar agar roda ekonomi di tingkat bawah terus bergerak.
Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan eksternal, termasuk stabilitas harga dan inflasi yang kerap memengaruhi operasional para mitra ojek online.
RDP ini diharapkan dapat melahirkan solusi konkret dan regulasi yang berpihak pada kesejahteraan para driver ojol di Kota Tarakan tanpa mengabaikan iklim investasi dan aturan yang berlaku.(*/mt)












Discussion about this post