TARAKAN, Fokusborneo.com – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Thamrin Toha, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan acara pelepasan siswa-siswi kelas IX SMP Negeri 7 Tarakan.
Kegiatan yang digelar secara mandiri di halaman sekolah tersebut dinilai menjadi contoh ideal bagi sekolah-sekolah lain di Kota Tarakan dalam menyelenggarakan momentum perpisahan.
Thamrin Toha menyampaikan pemanfaatan fasilitas sekolah untuk acara pelepasan memiliki esensi yang sangat positif.
Selain mengembalikan fungsi lingkungan sekolah sebagai tempat prosesi sakral, pelaksanaan seperti ini juga membuka ruang bagi para orang tua untuk melihat lebih dekat kondisi tempat anak-anak mereka menuntut ilmu.
“Pelaksanaan pelepasan di SMP Negeri 7 Tarakan ini juga bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain. Tetap bisa dilaksanakan di sekolah, tempat anak-anak kita belajar. Dilaksanakan secara sederhana, yang penting makna dan hikmah daripada pelepasan ini bisa kita peroleh,” ujar Thamrin Toha.
Selain menjadi wadah silaturahmi yang hangat antara pihak sekolah dan wali murid, Kadisdik menekankan poin utama dari sebuah acara pelepasan adalah kesederhanaan dan tidak membebani orang tua siswa secara finansial.
Ia mengingatkan kembali terkait adanya regulasi atau surat edaran dari kementerian yang sebetulnya melarang penyelenggaraan acara perpisahan di hotel-hotel mewah. Menurutnya, kesan mewah justru mengaburkan makna kelulusan itu sendiri.
“Yang terpenting tidak memberatkan orang tua dan dilaksanakan secara sederhana. Dari surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah beberapa tahun lalu sebetulnya dilarang dilaksanakan di hotel karena terkesan mewah. Lebih baik memanfaatkan gedung atau halaman sekolah,” tegasnya.
Terkait teknis pelaksanaan, Thamrin menyerahkan penuh kepanitiaan kepada komite sekolah secara independen melalui kolaborasi dan kesepakatan bersama seluruh orang tua murid kelas IX.
Ia menggarisbawahi pihak guru dan sekolah tidak boleh bertindak sebagai panitia pemungutan biaya agar transparansi tetap terjaga.
”Pelaksanaan pelepasan ini dilaksanakan oleh komite sekolah. Jadi, guru enggak boleh menjadi panitia, tapi tetap tentu bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan orang tua murid atau komite untuk menyukseskan acara,” tambahnya.
Kadisdik Tarakan menaruh harapan besar kepada seluruh alumni SMP Negeri 7 Tarakan yang dilepas tahun ini agar terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik SMA maupun SMK.
Ia juga berpesan agar para siswa tetap menjaga nilai-nilai karakter, terutama kejujuran, disiplin, dan sikap saling menghargai di mana pun mereka berada nanti.(*/mt)














Discussion about this post