BULUNGAN – Cuaca ekstrem dan intensitas curah hujan yang tinggi memicu terjadinya banjir yang merendam sejumlah area produktif di wilayah hukum Polresta Bulungan, Polda Kaltara. Salah satu dampak signifikan dialami oleh sektor pertanian di Kecamatan Tanjung Palas Utara, di mana lahan perkebunan jagung milik warga dilaporkan mengalami gagal panen akibat tergenang luapan air.
Merespons situasi tersebut, personel Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Palas Utara, Briptu Yohanes, langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan, pendataan, sekaligus memberikanKoordinasi Lanjutan Demi Ketahanan Pangan
Polresta Bulungan memastikan data-data kerugian yang dihimpun oleh personel di lapangan akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait, termasuk instansi dinas pertanian daerah. Langkah ini diambil agar para petani terdampak bisa segera mendapatkan perhatian medis tanaman ataupun usulan bantuan bibit kembali guna memulihkan produktivitas lahan pasca-banjir surut.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di sekitar area peninjauan Desa Pimping berada dalam keadaan aman dan tertib, meskipun para petani masih diselimuti kekhawatiran terkait kondisi cuaca ke depan
Menyikapi musibah yang menimpa sektor pertanian ini, Kapolda Kaltara, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., menegaskan bahwa Polda Kaltara beserta jajaran Polres dan Polsek berkomitmen penuh untuk mengawal dan menyukseskan program ketahanan pangan nasional, terlebih di saat para petani menghadapi ujian cuaca ekstrem seperti hujan lebat.
Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy menyampaikan rasa prihatinnya sekaligus menginstruksikan jajaran di lapangan untuk bergerak cepat membantu para petani.
”Kami di jajaran Polda Kaltara berkomitmen penuh untuk mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah. Oleh karena itu, menyikapi banjir yang melanda lahan pertanian warga di Bulungan, saya telah memerintahkan personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk hadir sebagai garis terdepan dalam membantu mitigasi dan mendata kerugian para petani,” ujar Kapolda Kaltara.
Beliau juga menambahkan bahwa Polri tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aspek sosial-ekonomi masyarakat yang berkaitan dengan ketersediaan pangan.
”Ketahanan pangan adalah pilar penting dalam stabilitas daerah. Kami tidak akan tinggal diam melihat produktivitas pertanian warga terganggu. Polda Kaltara akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memastikan ada langkah solutif pasca-banjir ini,” tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto.
Polresta Bulungan memastikan data-data kerugian yang dihimpun oleh personel di lapangan akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait, termasuk instansi dinas pertanian daerah. Langkah ini diambil agar para petani terdampak bisa segera mendapatkan perhatian medis tanaman ataupun usulan bantuan bibit kembali guna memulihkan produktivitas lahan pasca-banjir surut.
Hingga laporan ini diturunkan, situasi di sekitar area peninjauan Desa Pimping berada dalam keadaan aman dan tertib, meskipun para petani masih diselimuti kekhawatiran terkait kondisi cuaca ke depan. (**)















Discussion about this post