TARAKAN – Puluhan peserta ramaikan lomba Speedboat Race 40 PK Open yang digelar Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral XIII) di Tarakan, Kalimantan Utara, Minggu (23/8/2026). Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan terdapat peserta dari Malaysia yang ikut memeriahkan perlombaan.
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Rumah Makan Lemakan Samudra, tepatnya di daerah pesisir ini digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI dan HUT ke-1 Kodaeral XIII.
Speedboat race dibuka secara resmi Gubernur Kalimantan Utara Zainal Arifin Paliwang didampingi Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral XIII Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, dihadiri Forkopimda, lembaga, instansi, dan masyarakat.
Komandan Kodaeral XIII Laksamana Muda TNI Sumarji Bimoaji diwakili Wadan Kodaeral XIII Laksamana Pertama TNI Bambang Kuncoro, mengatakan bahwa lomba tersebut menjadi bagian dari upaya Kodaeral XIII mendorong potensi kemaritiman di Kalimantan Utara.
“Ini dalam rangka peringatan HUT RI ke-81 dan HUT Kodaeral ke-1. Momen besarnya adalah, seperti kita ketahui, laut adalah harapan kita. Di sana banyak harapan kita di laut,” katanya.
Menurutnya, laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan, baik dari sisi ekonomi maupun pariwisata. Karena itu, kegiatan speedboat race diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ikut memperkenalkan potensi maritim Kaltara.
“Ini adalah bagian dari keikutsertaan Kodaeral XIII untuk meningkatkan potensi-potensi yang ada di Kalimantan Utara, baik itu secara ekonomi maupun dari pariwisata,” ujarnya.
Bambang menyebut tingginya antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan olahraga speedboat memiliki daya tarik tersendiri di Kaltara.
Menariknya, peserta tidak hanya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia. Berdasarkan informasi yang diterima Kodaeral XIII, terdapat peserta dari Malaysia yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, tamu dari Singapura juga disebut hadir.
“Kami dengar tadi ada dari Malaysia, ada juga tamu dari Singapura,” ungkapnya.
Bambang menegaskan momentum HUT Kodaeral XIII menjadi kesempatan untuk semakin memperkuat sektor kemaritiman.
“Maritim kita tingkatkan dalam segala hal,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang mengapresiasi pelaksanaan Speedboat Race tersebut. Menurutnya, lomba ini relevan dengan kehidupan masyarakat Kaltara yang banyak memanfaatkan speedboat sebagai sarana transportasi.
“Di Kaltara ini penuh dengan speedboat 40 PK. Ini sarana angkut masyarakat dari tempat tinggal ke tambak. Ini kita manfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar-pemakai speedboat 40 PK,” kata Zainal.
Zainal menyebut 39 peserta yang ambil bagian berasal dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan, Penajam, dan sejumlah wilayah di luar Kaltara.
Menurutnya, tingginya antusiasme peserta dan masyarakat juga memberikan dampak positif terhadap pelaku UMKM.
“Antusias daripada peserta, antusias masyarakat yang menonton, ini meningkatkan UMKM yang ada di Kaltara dan khususnya di Kota Tarakan,” ujarnya.
Dia menilai kegiatan tersebut sejalan dengan potensi laut sebagai sumber penghidupan masyarakat, terutama warga pesisir.
“Dan kita tahu bahwa laut ini adalah sumber penghidupan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir,” katanya.
Zainal juga memastikan Pemprov Kaltara mendukung kegiatan masyarakat semacam itu, termasuk memberikan dukungan kepada panitia sesuai dengan kemampuan pemerintah daerah.
Terkait keberlanjutan kegiatan, Zainal menyebut Speedboat Race bukan sekadar wacana untuk dijadikan agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut memang telah dilaksanakan setiap tahun.
“Ini bukan mungkin, ini setiap tahun sudah dilaksanakan,” ujarnya.
Dia berharap penyelenggaraan tahun depan bisa dibuat lebih besar, termasuk meningkatkan nilai hadiah dan menarik lebih banyak peserta dari negara tetangga.
“Mudah-mudahan di tahun depan kita bisa lebih besar lagi hadiahnya, dan peserta juga kita harapkan dari Malaysia, tetangga-tetangga juga bisa hadir memeriahkan kegiatan Speedboat Race ini,” pungkasnya.
Dalam perlombaan tersebut, peserta bertanding di kelas 40 PK Open dengan sistem gugur. Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp150 juta berupa piala, piagam, dan uang pembinaan. (**)















Discussion about this post