NUNUKAN, Fokusborneo.com – PT Pegadaian (Persero) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Negara Indonesia (BNI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Bank Indonesia (BI), serta Pemerintah Kabupaten Nunukan berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) Tahun 2026 di Kabupaten Nunukan dan Pulau Sebatik, Kalimantan Utara pada 22–23 Juni 2026.
Mengusung tema “Masyarakat Perbatasan Cerdas Keuangan”, kegiatan ini sekaligus menjadi Kick-Off Bulan Literasi Keuangan (BLK) Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pulau Sebatik dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan menjadi kawasan strategis nasional yang memerlukan perhatian khusus dalam penguatan literasi serta akses keuangan masyarakat.
Rangkaian kegiatan GENCARKAN terdiri dari edukasi keuangan kepada masyarakat Pulau Sebatik yang diikuti sekitar 200 peserta, Training of Trainers (ToT) bagi Pekerja Migran Indonesia di Kabupaten Nunukan, serta kuliah umum literasi keuangan kepada mahasiswa Politeknik Negeri Nunukan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pengelolaan keuangan yang bijak sekaligus memperkuat pelindungan konsumen.
Acara Kick-Off Bulan Literasi Keuangan yang berlangsung di Gedung Astrada Sebatik pada Senin (22/6) dihadiri oleh Asisten Direktur Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK Pusat Grani Ayuningtyas H, Kepala OJK Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Misran Pasaribu, Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Nunukan Sirajuddin, Kepala Wilayah BEI Kaltimtara Ferdinan Sihombing, Area Head BNI Kaltimtara Rahmat Wahyudin, Manajer Unit Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara Arfian Saputra Siregar, Deputy Bisnis PT Pegadaian Area Tarakan Feri Andika Pelawi, Pemimpin Cabang Pegadaian Nunukan Haslinda, Kepala Direktorat PEPK dan LMS OJK Kaltim Kaltara Misyar Bonowisanto, Camat Sebatik Timur Zainal, serta Komandan Koramil Sebatik Kapten Infanteri Eko Daryanto.
Dalam kesempatan tersebut, Deputy Bisnis PT Pegadaian (Persero) Area Tarakan, Feri Andika Pelawi, menyampaikan bahwa keterlibatan Pegadaian dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk menghadirkan edukasi dan akses layanan keuangan yang inklusif hingga ke wilayah perbatasan.
“Sebagai bagian dari ekosistem keuangan nasional, Pegadaian memiliki tanggung jawab untuk turut meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sebatik dan Nunukan. Melalui kegiatan GENCARKAN ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan, investasi yang aman, serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Feri.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil IV Balikpapan, Rinaldi Lubis, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara OJK, BI, pemerintah daerah, dan seluruh pelaku industri jasa keuangan dalam menyukseskan program tersebut.
“Wilayah perbatasan memiliki peran strategis sebagai beranda terdepan Indonesia. Oleh karena itu, peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat di daerah 3T menjadi sangat penting agar masyarakat semakin berdaya, terlindungi dari risiko keuangan ilegal, serta mampu memanfaatkan layanan keuangan formal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi keluarga dan daerah. Pegadaian akan terus mendukung program-program edukasi keuangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Rinaldi.
Melalui penyelenggaraan GENCARKAN Nunukan-Sebatik 2026, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya perencanaan keuangan, investasi yang bertanggung jawab, serta mampu memanfaatkan berbagai produk dan layanan keuangan secara aman dan bijak. Kegiatan ini juga menjadi momentum penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat yang cerdas keuangan, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia.(**)












Discussion about this post