TARAKAN, Fokusborneo.com – Suhu politik di Kota Tarakan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak mulai menghangat dengan konsolidasi antar-elemen.
Partai Golongan Karya (Golkar) mengambil manuver tegas dengan menginstruksikan seluruh anggota fraksinya di DPRD Tarakan untuk menyokong penuh program pembangunan garapan Wali Kota.
Langkah strategis ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas lokal sekaligus mengamankan agenda nasional.
Sikap tegas tersebut dideklarasikan dalam Musyawarah Daerah (Musda) ke-6 DPD Partai Golkar Kota Tarakan yang digelar di Hotel Padma, Sabtu (27/6/26).
Ketua DPD I Golkar Kalimantan Utara (Kaltara), Syarwani, menekankan Musda ke-6 ini membawa misi yang lebih substansial daripada sekadar ajang pergantian nakhoda partai.
“Musda ini bukan sekadar panggung pergantian kepemimpinan di tingkat kota, melainkan wadah strategis bagi kita semua untuk meracik dan mendesain langkah-langkah konkret partai ke depan,” tegas Syarwani.
Menurut Syarwani, keselarasan visi politik di level daerah adalah prasyarat utama agar program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto seperti Koperasi Merah Putih, Kampung Nelayan Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa tereksekusi dengan mulus di Kaltara.
“Oleh karena itu, saya menginstruksikan secara langsung kepada seluruh anggota fraksi Golkar di DPRD Tarakan: wajib hukumnya memberikan dukungan penuh terhadap berbagai kebijakan pembangunan yang dijalankan oleh Bapak Wali Kota,” serunya.
Di hadapan para kader, Syarwani juga kembali mengingatkan pentingnya merapatkan barisan menjelang tahun-tahun politik.
“Kunci utama untuk memastikan Golkar tetap relevan dan kuat adalah soliditas. Kekompakan kita adalah kekuatan yang tak boleh pudar,” pesannya.
Sebagai informasi, Musda ke-6 ini menetapkan calon tunggal yang secara aklamasi memenuhi syarat untuk memimpin DPD Golkar Tarakan periode mendatang.
Forum ini juga memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus demisioner pimpinan Hajah Siti Laila yang dinilai sukses menjaga muruah partai.

Wali Kota Tarakan, dr. H. Khairul, yang turut hadir dalam forum tersebut, menyambut hangat sinergi yang terbangun.
Ia menilai atmosfer perpolitikan di Tarakan saat ini sangat kondusif untuk mendukung percepatan pembangunan.
“Kami tentu berharap dukungan ini bisa merawat soliditas antara pemerintah kota dan partai-partai di legislatif agar roda pemerintahan berputar optimal. Meski begitu, marwah trias politika yang menyeimbangkan fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus tetap kita jaga,” ungkap Khairul.
Khairul juga menyoroti tingginya kedewasaan politik masyarakat Tarakan. Hal ini tecermin dari rekam jejak kemenangan pemilu legislatif yang bergulir secara sehat dari masa ke masa melintasi era dominasi Golkar, PKB, hingga Gerindra.
“Politik di Tarakan itu sangat terbuka dan dinamis. Sejarahnya berganti-ganti secara sehat. Bagaimana konstelasi ke depannya, tentu kita biarkan prosesnya mengalir wajar,” jelasnya.
Khairul memastikan pihak eksekutif akan berdiri di tengah untuk memfasilitasi iklim demokrasi yang sehat.
“Silakan bersaing secara normal dan sehat. Kami dari pemerintah kota berkomitmen memberikan porsi yang sama dalam menjalin kemitraan, tidak ada satu partai pun yang kami beda-bedakan,” pungkas Khairul.
Komitmen saling dukung antara kekuatan politik besar dan pihak eksekutif ini diharapkan menjadi preseden positif bagi kemudahan eksekusi kebijakan publik, demi kemajuan pembangunan Kota Tarakan di masa mendatang.(**)












Discussion about this post