BULUNGAN, Fokusborneo.com — Upaya memperkuat fungsi Kebun Raya Bundayati sebagai ruang publik dan kawasan konservasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bulungan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon yang melibatkan 74 kepala desa dari seluruh wilayah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kebun raya seluas 86 hektare itu.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, partisipasi para kepala desa yang membawa tanaman dari wilayah masing-masing menunjukkan bahwa kebun raya tersebut merupakan milik bersama.
“Yang kita lakukan hari ini menunjukkan bahwa Kebun Raya Bundayati adalah milik masyarakat Bulungan, bukan semata milik pemerintah daerah,” ujarnya.
Berbagai jenis tanaman endemik ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari pohon hingga buah-buahan lokal seperti lengkeng dan lepew yang menjadi ciri khas kebun raya.
Menurut Syarwani, pengelolaan dan perawatan kawasan dilakukan secara rutin oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sehingga tanaman yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Jumlah tanaman yang ditanam pun menyesuaikan jumlah desa yang terlibat, yakni sebanyak 74 pohon.
Tak hanya fokus pada pengembangan tanaman, pemerintah daerah juga mulai melengkapi ekosistem dengan menghadirkan fauna. Sebelumnya, sekitar 30 spesies burung endemik telah dilepasliarkan di kawasan tersebut bekerja sama dengan Balai Karantina di Tarakan.
“Ke depan, kita juga akan mengembangkan jenis satwa lain yang menjadi kekhasan Bulungan,” kata Syarwani.
Ia menambahkan, pengelolaan Kebun Raya Bundayati kini telah didukung unit pelaksana teknis (UPT) di bawah DLH, serta regulasi yang telah disahkan bersama DPRD. Implementasi pengelolaan secara optimal ditargetkan mulai berjalan pada 2027.
Selain sebagai kawasan konservasi, kebun raya juga dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang terbuka untuk beragam aktivitas, termasuk olahraga.
“Karena ini ruang bersama, maka menjaga dan merawatnya juga menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.(**)















Discussion about this post