TARAKAN, Fokusborneo.com – Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Tarakan menyatakan kesiapan penuh kontingennya untuk menghadapi ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) yang akan diselenggarakan di Kabupaten Malinau.
Kepastian tersebut disampaikan langsung Kepala Disbudporapar Kota Tarakan, Agustina, saat menemui kunjungan kerja dari Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara guna membahas evaluasi serta pemantauan kesiapan cabang olahraga (cabor), Kamis (29/10/26).
“Kami memberangkatkan 31 cabang olahraga yang ditambah dengan mandiri ada 6 cabor. Dari 6 cabor itu, ada 5 yang dipertandingkan, kemudian satu ekshibisi domino,” ujar Agustina.
Secara keseluruhan, kontingen yang diberangkatkan mencapai sekitar 743 orang, mencakup atlet dari berbagai cabor mandiri hingga yang didanai penuh oleh APBD.
Agustina menegaskan seluruh atlet yang dikirimkan dipastikan murni ber-KTP Tarakan demi menjaga marwah daerah.
Berdasarkan data resmi kontingen, daftar 37 cabor yang akan diikuti Kota Tarakan di ajang Porprov II Kaltara di Malinau diantaranya.
A. Cabor dengan APBD Kota Tarakan (31 Cabor):
1. Akuatik (AI)
2. Atletik (PASI)
3. Binaraga & Fitness (PBFI)
4. Barongsai (FOBI)
5. Bola Voli (PBVSI)
6. Bola Basket (PERBASI)
7. Bulutangkis (PBSI)
8. Bilyar (POBSI)
9. Cricket (PCI)
10. Catur (PERCASI)
11. Dansa (IODI)
12. E-Sport (ESI)
13. Futsal (FFI)
14. Gulat (PGSI)
15. Kick Boxing
16. Karate (FORKI)
17. Kempo (PERKEMI)
18. Kurash (FERKUSHI)
19. Lari Trail (ALTI)
20. Motor (IMI)
21. Menembak (PERBAKIN)
22. Petanque (FOPI)
23. Pertina
24. Panahan (PERPANI)
25. Silat (IPSI)
26. Sepatu Roda (PERSEROSI)
27. Tae Kwon Do (TI)
28. Tenis (PELTI)
29. Takraw (PSTI)
30. Tenis Meja (PTMSI)
31. Woodball (IWbA)
B. Cabor dengan Biaya Mandiri (6 Cabor):
1. Dayung (PODSI)
2. Panjat Tebing (FPTI)
3. Selam (POSSI)
4. Sambo (PERSAMBI)
5. Triathlon (FTI)
6. Domino (ORADO)(Ekshibisi)
Terkait dengan tantangan pembiayaan, Agustina menjelaskan pihaknya harus melakukan penyesuaian anggaran secara efisien.
Awalnya, anggaran dari dinas tercatat sebesar Rp700 juta, yang kemudian mendapat tambahan dukungan dari Wali Kota sebesar Rp250 juta, serta kontribusi dari pihak KONI sekitar Rp100 juta sehingga total keseluruhan mencapai sekitar Rp1 miliar.
“Karena kondisi keuangan kita yang ada efisiensi dari segala bidang, tentunya kita bukan sebenarnya mengecilkan bagaimana olahraga, tidak. Semua kita anggap penting, tetapi memang ada batasan-batasan sehingga inilah yang bisa kami sumbangkan untuk kemajuan daripada nanti Porprov ini,” jelas Agustina.
Kendati ada efisiensi anggaran dan pembatasan jumlah cabor yang diberangkatkan dari total 46 cabor yang ada, Agustina tetap mematok target tinggi dan optimis kontingen Tarakan mampu keluar sebagai juara umum di Malinau nanti.
Sebagai bentuk dukungan nyata kepada para atlet, pihak Disbudporapar memberikan keleluasaan penuh berupa penggratisan fasilitas sarana dan prasarana latihan bagi seluruh cabor.
”Kapan cabor itu menggunakan, silakan. Kami lepaskan dari segala retribusi, asal memang dia untuk memperkuat mereka ini tadi untuk training center,” pungkasnya.(*/mt)














Discussion about this post