TARAKAN, Fokusborneo.com – Universitas Borneo Tarakan (UBT) resmi menyambut ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 melalui Sidang Senat Terbuka Peresmian Penerimaan Mahasiswa Baru yang digelar di GOR Tipe B, Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan, Selasa (4/8/26).
Acara tersebut dihadiri langsung jajaran Biro Keuangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek RI), Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Hasanuddin, serta Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kaltara Syamsuddin Arfah, pendiri bersama jajaran tamu undangan dari instansi vertikal lainnya.
Dalam kesempatannya memberikan apresiasi dan arahan, Wali Kota Tarakan dr. Khairul, M.Kes. menyampaikan ucapan selamat kepada 2.137 mahasiswa baru yang berhasil menyingkirkan ribuan pendaftar lainnya untuk masuk ke UBT.
“Tadi disampaikan Pak Rektor, ada 10.000 lebih yang mendaftar dan yang diterima sekitar 2.137. Artinya tidak sampai 25% yang diterima. Adik-adik ini adalah orang-orang terpilih yang sudah lolos ujian pertama,” ujar Khairul di hadapan ribuan mahasiswa baru.
Meski demikian, Wali Kota mengingatkan masa perkuliahan adalah awal dari ujian sesungguhnya yang penuh dengan tantangan. Ia menekankan kesuksesan seorang lulusan perguruan tinggi di dunia kerja dan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik (IQ).
Khairul membeberkan berdasarkan berbagai riset, kecerdasan intelektual (IQ) hanya menyumbang sekitar 20 persen terhadap keberhasilan seseorang. Sementara 80 persen sisanya ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ), kecerdasan sosial (SQ), serta ketangguhan (resilience).
“Keberhasilan seseorang lebih banyak ditentukan oleh kecerdasan emosional dan sosialnya. Bagaimana melatih diri berorganisasi, membangun kerja sama, bertata krama, hingga cara mengungkapkan pendapat dengan santun tanpa menyinggung orang lain,” terangnya.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa mengasah keterampilan berorganisasi dan tidak takut gagal saat menghadapi kendala akademik maupun tantangan hidup.
”Kalau jatuh, bangun lagi! Jangan baru skripsi ditolak sekali langsung putus asa. Orang sukses di luar sana rata-rata adalah mereka yang memiliki karakter tangguh,” tegasnya.
Di akhir pesannya, dr. Khairul menyoroti pesatnya perubahan teknologi dan ketidakpastian masa depan sebagai tantangan utama generasi muda saat ini.
Ia mendorong para mahasiswa untuk memanfaatkannya dengan belajar tekun agar bisa menyelesaikan studi dengan cepat dan langsung terserap di dunia kerja.
“Tantangan Adik-adik saat ini lebih berat karena ketidakpastian dan perubahan yang sangat cepat. Kami berharap dari 2.137 mahasiswa yang masuk hari ini, nantinya juga bisa lulus 2.137 orang. Kalau bisa selesai dalam waktu 3,5 tahun agar cepat mendapatkan pekerjaan dan berkontribusi bagi masyarakat,” tutup Khairul.(*/mt)














Discussion about this post