• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Tolak Bala, Tradisi Tidung yang Terus Dijaga di HUT KTT

by Redaksi
12/08/2026
in Daerah, Pemkab Tana Tidung
A A
Tolak Bala, Tradisi Tidung yang Terus Dijaga di HUT KTT

Tradisi Tolak Bala menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-19 Kabupaten Tana Tidung, Rabu (12/8/2026).

TANA TIDUNG, Fokusborneo.com  – Tradisi Tolak Bala kembali menjadi bagian dari rangkaian peringatan Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Tana Tidung. Kegiatan yang digelar pada bulan Safar tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi masyarakat Tidung sekaligus mempererat kebersamaan antar-etnis di daerah itu.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung Arman Jauhari mengatakan Tolak Bala merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai budaya yang kuat bagi masyarakat Tidung.

Baca Juga

Wabup Sabri: Tradisi Tulak Bala Harus Tetap Berpegang pada Agama

Polres Tana Tidung Siapkan Ambulans Air, Percepat Akses Medis Warga Pesisir

Penampilan Bantengan Meriahkan Malam Penutupan Expo dan Bazaar UMKM di Tanjung Selor

KPK Mengajar di Sumba, 149 Siswa SDK Delo Belajar Kejujuran dan Keberanian

“Kalau kita bicara Tolak Bala ini, ini merupakan salah satu identitas budaya Suku Tidung. Suku Tidung memang sangat sarat dengan budaya, adat dan istiadat. Jadi tradisi seperti Tolak Bala ini harus tetap kita lestarikan, jangan sampai generasi kita ke depan tidak lagi mengenal tradisi yang sudah diwariskan oleh para leluhur,” kata Arman, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, Tolak Bala biasanya dilaksanakan pada bulan Safar. Dalam kepercayaan masyarakat Tidung, bulan tersebut dikaitkan dengan bala atau marabahaya sehingga masyarakat menggelar doa bersama untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.

“Tradisi ini sudah turun-temurun dari nenek moyang. Masyarakat Tidung percaya bulan Safar itu sebagai bulan yang penuh dengan bala. Karena itu dilaksanakan doa bersama, biasanya pada Rabu awal dan Rabu akhir bulan Safar. Intinya kita memohon kepada Allah SWT agar dijauhkan dari musibah, malapetaka dan bencana,” ujarnya.

Dalam rangkaian kegiatan, masyarakat biasanya membawa berbagai makanan. Salah satu yang khas adalah imbiuku atau ketupat yang dibuat dari daun nipah muda atau pucuk daun nipah yang dalam bahasa Tidung disebut daun umbus.

Arman mengatakan imbiuku tidak hanya menjadi bagian dari hidangan dalam kegiatan tersebut. Bentuk ketupat juga memiliki makna yang berkaitan dengan nilai keagamaan.

“Imbiuku itu dibuat dari daun nipah muda, kemudian diisi beras ketan yang dicampur dengan santan. Bentuknya juga bermacam-macam dan masing-masing ada maknanya. Yang berbentuk lima sudut melambangkan Rukun Islam yang lima, sedangkan yang enam sudut melambangkan Rukun Iman yang enam,” jelasnya.

Selain Tolak Bala, rangkaian tradisi masyarakat Tidung juga dilanjutkan dengan Bejiu Safar atau mandi Salamun. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan di sungai, laut atau lokasi yang telah ditentukan.

“Setelah Tolak Bala biasanya dilanjutkan dengan Bejiu Safar atau mandi Salamun. Ini juga bagian dari tradisi masyarakat Tidung. Menurut kepercayaan masyarakat, melalui air itu diharapkan penyakit atau hal-hal buruk bisa terbawa oleh air yang mengalir,” katanya.

Menurut Arman, terdapat pula tradisi menimbang bayi yang lahir pada bulan Safar menggunakan berbagai jenis sayuran dan makanan. Tradisi tersebut mengandung harapan agar anak memiliki sifat baik dan dijauhkan dari marabahaya.

Ia menegaskan, Tolak Bala bukan berarti masyarakat dapat mengetahui atau mencegah datangnya musibah. Doa bersama menjadi inti kegiatan sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT.

“Tidak ada seorang pun yang tahu kapan musibah datang dan manusia juga tidak bisa memastikan dapat menolak bala. Jadi maksud Tolak Bala ini adalah kita bersama-sama berdoa dan memohon kepada Allah SWT agar kita semua terhindar dari bala, malapetaka dan bencana,” tuturnya.

Arman menyebut tradisi Tolak Bala dan Bejiu Safar telah ada di Tana Tidung sejak ratusan tahun lalu. Karena itu, pelestarian tradisi tersebut dinilai penting agar tetap dikenal generasi muda.

“Tradisi ini sudah ada di Tana Tidung sejak ratusan tahun lalu. Karena itu harus tetap kita jaga dan lestarikan. Ini bukan hanya menjadi bagian dari kegiatan HUT, tetapi bagaimana tradisi ini tetap hidup dan dikenal oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga mendorong keterlibatan masyarakat dari berbagai etnis dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, tradisi budaya dapat menjadi ruang untuk membangun persatuan dan silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat KTT.

“Tujuannya bukan hanya melestarikan budaya Suku Tidung, tetapi juga membangun rasa persatuan, kebersamaan dan silaturahmi antar-etnis yang ada di Kabupaten Tana Tidung. Masyarakat dari etnis lain juga tidak menutup kemungkinan untuk ikut dalam kegiatan ini,” katanya.

Ke depan, Arman berharap Tolak Bala tetap menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT KTT dan dapat dikembangkan sebagai potensi wisata budaya.

“Harapan kami kegiatan Tolak Bala ini bisa menjadi agenda rutin di Kabupaten Tana Tidung. Kalau dikemas dengan baik, tentu ini bisa menjadi potensi pariwisata kita ke depan, karena di dalamnya ada tradisi, makanan khas dan rangkaian budaya yang memiliki nilai bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/hr)

Tags: Arman JauhariBejiu SafarBudaya KaltaraBudaya TidungDisdikbud Tana TidungHUT KTTPariwisata Tana TidungTana TidungTolak BalaTradisi Tidung

Berita Lainnya

Daerah

Wabup Sabri: Tradisi Tulak Bala Harus Tetap Berpegang pada Agama

12 Agustus 2026 14:09
Daerah

Polres Tana Tidung Siapkan Ambulans Air, Percepat Akses Medis Warga Pesisir

12 Agustus 2026 13:02
Penampilan Bantengan Meriahkan Malam Penutupan Expo dan Bazaar UMKM di Tanjung Selor
Daerah

Penampilan Bantengan Meriahkan Malam Penutupan Expo dan Bazaar UMKM di Tanjung Selor

11 Agustus 2026 19:09
Daerah

KPK Mengajar di Sumba, 149 Siswa SDK Delo Belajar Kejujuran dan Keberanian

11 Agustus 2026 18:09
Bupati Ibrahim Ali Lepas Kontingen Pramuka Tana Tidung Menuju Jamnas XII 2026
Daerah

Bupati Ibrahim Ali Lepas Kontingen Pramuka Tana Tidung Menuju Jamnas XII 2026

11 Agustus 2026 17:45
Daerah

Gubernur Lepas Kontingen Kaltara ke Jamnas XII 2026

11 Agustus 2026 16:06
Next Post

Diduga Tenggelam di Sungai Jelarai Selor, Tim Gabungan Polresta Bulungan dan Basarnas Cari Anak Usia 9 Tahun

Kebakaran Lahan Sisa Hari Sebelumnya Terjadi di Desa Apung, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Api

Kebakaran Lahan Sisa Hari Sebelumnya Terjadi di Desa Apung, Tim Gabungan Berhasil Padamkan Api

PT Medco E&P Tegaskan Komitmen Kepatuhan Hukum Soal Polemik Sertifikat Tanah Warga Mamburungan 

PT Medco E&P Tegaskan Komitmen Kepatuhan Hukum Soal Polemik Sertifikat Tanah Warga Mamburungan 

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Suryadi Sangkala Minta BPN Tak Persulit Pengajuan Hak Tanah Warga, Ini Penjelasan BPN

    Suryadi Sangkala Minta BPN Tak Persulit Pengajuan Hak Tanah Warga, Ini Penjelasan BPN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Efisiensi APBD, Wali Kota Tarakan Rampingkan OPD dan Pangkas Jabatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Desak Pengusutan Dugaan Penghinaan Pancasila, Ratusan Warga Datangi Polres Tarakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Medan Tugas ke Arena Kempo, Prajurit Yonif TP 922/Upun Taka Raih Lima Medali

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Aliansi Datangi Polres Tarakan, Laporkan Dugaan Penghinaan Pancasila

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Kapolda Kaltara Silaturahmi ke DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas dan Pembangunan Daerah

12 Agustus 2026 14:29

Wabup Sabri: Tradisi Tulak Bala Harus Tetap Berpegang pada Agama

12 Agustus 2026 14:09
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP