BALIKPAPAN, Fokusborneo.com – Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) menyiapkan sejumlah sumber air alternatif untuk menambah pasokan bagi masyarakat. Embung Wain menjadi salah satu sumber yang tengah dipersiapkan untuk dimanfaatkan, disertai pengembangan sumur di sejumlah wilayah.
Direktur Utama Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) Dr. Yudhi Saharuddin, S.E., M.M. mengatakan, pemanfaatan Embung Wain masih dikoordinasikan bersama pihak kehutanan.
Pembahasan tersebut diarahkan agar sumber air tersebut dapat segera dikelola dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat.
“Kemarin kami sudah rapat dengan Kehutanan. Segera kita tindak lanjuti supaya Embung Wain itu bisa kita kelola. Mudah-mudahan bulan depan sudah bisa dimanfaatkan, sehingga air dari sana bisa kita alihkan untuk masyarakat,” kata Yudhi.
Menurut dia, pemanfaatan Embung Wain nantinya didukung IPA Mobile untuk mengolah air sebelum disalurkan kepada masyarakat. Skema tersebut menjadi alternatif agar sumber air di embung dapat dimanfaatkan tanpa menunggu pembangunan fasilitas pengolahan permanen.
Selain Embung Wain, PTMB telah menambah sejumlah titik sumur sebagai sumber air alternatif. Penambahan tersebut dilakukan sejak 2025 dengan jumlah hampir 10 sumur yang tersebar di beberapa kawasan Balikpapan.
Yudhi menyebut lokasi sumur tidak terpusat pada satu kawasan. Titiknya tersebar di wilayah Balikpapan Timur, Balikpapan Utara hingga Kampung Damai.
“Yang hampir 10 sumur itu lokasinya terbagi. Ada di wilayah Timur, ada di Utara, kemudian ada juga di Kampung Damai. Jadi memang tidak terkumpul di satu titik, karena kita sesuaikan dengan kebutuhan dan potensi sumber air di masing-masing wilayah,” ujarnya.
PTMB juga melihat potensi pemanfaatan sumur milik masyarakat di kawasan Kampung Baru. Salah satu lokasi yang telah ditinjau berada di sekitar depan pelabuhan.
Menurut Yudhi, sumur tersebut diperkirakan mampu memberikan tambahan sekitar 20 liter per detik. Air yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.
“Ada juga sumur masyarakat di Kampung Baru yang bisa kita manfaatkan. Kapasitasnya mungkin sekitar 20 liter per detik. Itu nanti bisa kita bagi untuk masyarakat di sekitar sana, jadi ada tambahan sumber air yang bisa langsung dimanfaatkan,” jelasnya.
Keberadaan sejumlah sumber alternatif tersebut membuat PTMB memiliki pilihan pasokan di luar sumber air utama. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kesiapan fasilitas pengolahan serta kebutuhan masing-masing kawasan.
Yudhi menargetkan alternatif sumber air tersebut mulai dimanfaatkan pada bulan depan. Embung Wain dan sumur yang telah tersedia diharapkan dapat menambah kapasitas pelayanan ketika kebutuhan air di sejumlah wilayah meningkat.
“Insyaallah bulan depan alternatif-alternatif sumber air lain sudah bisa kita manfaatkan. Jadi nanti sumbernya tidak hanya mengandalkan satu tempat, ada beberapa alternatif yang bisa kita gunakan sesuai kebutuhan,” pungkasnya. (oc)















Discussion about this post