TARAKAN, Fokusborneo.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan bergerak cepat menangani penutupan jalan akibat swabakar batubara yang membahayakan warga.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Tarakan, Fandariansyah, bersama Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep, serta tim teknis PUPR meninjau dan merencanakan pembuatan jalan alternatif untuk akses aktivitas warga, Rabu (26/8/26).
Survei dan peninjauan langsung lokasi dilakukan dengan berjalan kaki menyusuri jalur alternatif yang membentang dari depan Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Borneo Tarakan (UBT) hingga tembus ke RT 4 Pantai Amal Lama.
Jalan sepanjang 1 kilometer tersebut disiapkan guna menggantikan akses jalan utama yang ditutup total karena kondisi struktur tanah di bawahnya sudah kopong (berongga) akibat pembakaran batubara di bawah permukaan tanah.
Kepala DPUTR, Fandariansyah mengatakan pihaknya menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi, antara lain grader untuk mengupas dan merapikan badan jalan alternatif serta memfungsikannya kembali dari lebar awal sekitar 4 meter menjadi 8–10 meter agar dapat dilalui kendaraan dari dua arah secara nyaman.
“Hari ini kita turunkan alat grader untuk merapikan badan jalan yang sudah ada. Jalan yang bisa dilalui saat ini mungkin sisa 4 meteran, akan kita fungsikan kembali menjadi sekitar 8 sampai 10 meter sesuai rencana awal agar nyaman dilalui kendaraan dari dua arah,” ujarnya.
Selain itu, alat berat ekskavator diturunkan untuk membuat sekitar 5 titik sumur/kolam penampungan air berukuran kira-kira 2 meter x 2 meter dengan kedalaman 2 meter hingga menyentuh lapisan batubara.
“Untuk ekskavator, nanti kita manfaatkan untuk menggali sekitar 5 sumur dengan ukuran 2×2 meter dan kedalaman 2 meter sampai ketemu lapisan batubara. Fungsinya untuk mendinginkan batubara sehingga panasnya tidak merayap ke sepanjang jalan dan memadamkan kebakaran tersebut,” tambahnya.
Kolam ini dimanfaatkan untuk mendinginkan batubara dengan dukungan suplai air dari UBT guna memutus perambatan panas dan menghentikan pembakaran batubara di bawah jalan utama.
Di sisi lain, peninjauan lapangan tersebut juga memetakan potensi risiko lingkungan di sepanjang jalur yang akan dibangun.
Pihak kebencanaan menyoroti kondisi geologis tebing jalan tanah yang memiliki kandungan material mudah terbakar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tarakan, Yonsep, menyampaikan imbauan khusus kepada masyarakat terkait ditemukannya singkapan batubara alami di sepanjang area proyek.
“Dari hasil simulasi dan peninjauan fisik di lapangan, kami menemukan adanya deposit batubara alami yang cukup melimpah hingga ke lapisan bawah di sepanjang tebing dan pinggir jalan tanah. Kami mengimbau keras warga untuk tidak membakar sampah, hutan, atau lahan di sekitar area ini, karena sifat batubara yang sangat mudah terbakar dan berisiko memicu kebakaran lahan yang sulit dipadamkan,” tegas Yonsep.
Peninjauan dan sosialisasi ini akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan ke titik-titik lintasan berikutnya hingga seluruh alur jalan siap untuk ditindaklanjuti ke tahap pengerjaan fisik Pemkot Tarakan.(*/mt)













Discussion about this post