TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya untuk mengombinasikan konsolidasi internal dan aksi nyata di masyarakat.
Mengusung tema nasional “Gerak Cepat Bantu Rakyat”, partai berlambang matahari putih ini menginstruksikan seluruh kadernya untuk menghentikan pola pikir politik musiman dan fokus menyelesaikan persoalan warga di lapangan.
Ketua DPW PAN Kaltara, Ibrahim Ali, menegaskan momentum 28 tahun berdirinya PAN harus menjadi titik balik evaluasi total terhadap seluruh fungsionaris, pejabat publik, hingga anggota legislatif dari PAN di wilayah Kaltara.
Ibrahim Ali menyoroti tantangan geografis Kaltara sebagai wilayah perbatasan dan pedalaman yang masih menghadapi kendala konektivitas serta keterbatasan akses pelayanan dasar.
Ia mengingatkan pertumbuhan ekonomi Kaltara yang positif tumbuh 4,56 persen pada 2025 dan mencapai 5,23 persen pada triwulan I-2026, harus dirasakan langsung masyarakat bawah.
“Ukuran keberhasilan PAN bukan berapa banyak kader yang hadir di kegiatan politik, tapi berapa banyak persoalan rakyat yang berhasil kita selesaikan,” tegas Ibrahim Ali.
Untuk menerjemahkan semangat gerakan cepat tersebut, DPW PAN Kaltara telah menyiapkan sejumlah program prioritas yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, antara lain mengawal percepatan pembangunan jalur penghubung antarwilayah guna menghidupkan sektor transportasi, perdagangan, dan jasa.
Selain itu, membuka ruang usaha baru dan mendampingi pelaku usaha kecil untuk menciptakan lapangan kerja lokal. Memastikan akses pendidikan dan kesehatan yang responsif hingga ke kawasan pedesaan.
Termasuk menempatkan figur kepengurusan DPD yang mampu menjangkau dan menjembatani aspirasi warga perbatasan ke pemerintah daerah.
Guna memperkuat mesin partai hingga tingkat tapak, PAN Kaltara tengah menuntaskan penguatan struktur kepengurusan periode 2025–2030 di seluruh kabupaten dan kota.
Langkah ini diselaraskan dengan agenda nasional untuk memperluas basis dukungan di tingkat akar rumput (grassroot).
“Kami menargetkan pembentukan 9 ribu relawan PAN di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltara hingga akhir tahun 2026,” ujar Ibrahim Ali.
Selain itu, PAN Kaltara juga menyiapkan sistem pelaporan kinerja legislatif berbasis aspirasi warga. Sistem ini dirancang untuk memantau produktivitas 2 anggota DPRD Provinsi dan 10 anggota DPRD Kabupaten/Kota dari PAN agar konsisten mengawal hasil reses.
Ibrahim Ali mengimbau seluruh kader dan pejabat publik dari PAN untuk segera mengubah pendekatan dalam menyerap aspirasi. Ia meminta agar pola kerja seremonial diganti dengan aksi yang terukur dan berdampak nyata.
“Tinggalkan pemikiran bahwa suara rakyat bisa didapat dengan cara pragmatis menjelang pesta demokrasi saja. Kebiasaan menunggu aspirasi datang sekarang harus berubah menjadi menjemput aspirasi setiap hari,” katanya.
Ibrahim Ali menyatakan PAN Kaltara akan terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Sikap kritis yang dibangun partai akan selalu berlandaskan data serta berorientasi pada solusi demi kesejahteraan masyarakat Kaltara.(*/mt)















Discussion about this post