TANA TIDUNG, Fokusborneo.com – Empat program studi disiapkan untuk tahap awal operasional IAIN Tana Tidung. Masing-masing prodi membutuhkan sedikitnya lima dosen, sehingga kebutuhan awal tenaga pengajar diperkirakan mencapai 20 orang.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tana Tidung, Uus Rusmanda, A.Ks., M.HP., mengatakan kebutuhan tersebut disesuaikan dengan komposisi akademik pada setiap program studi. Jumlah dosen nantinya dapat bertambah mengikuti perkembangan mahasiswa dan kebutuhan pembelajaran.
“Kalau empat prodi, minimal lima dosen setiap prodi. Jadi paling tidak 20 dosen yang harus disiapkan untuk awal. Nanti jumlahnya bisa berkembang lagi mengikuti jumlah mahasiswa dan kebutuhan masing-masing prodi,” ujar Uus.
Pemenuhan tenaga pengajar dilakukan dengan menjaring lulusan strata dua (S2) yang memiliki bidang keilmuan sesuai dengan program studi yang disiapkan. Calon dosen tidak hanya berasal dari Tana Tidung atau wilayah Kalimantan Utara.
Sejumlah daerah lain juga menjadi sumber penjaringan calon tenaga pengajar. Uus menyebut terdapat calon dari Bulungan, Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Barat yang dapat masuk dalam pemetaan kebutuhan dosen.
“Tidak harus semuanya dari Kaltara. Ada yang dari Bulungan, kemudian ada dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat juga ada. Nanti lulusan S2 itu dilihat bidangnya, kemudian disesuaikan dengan kebutuhan prodi,” katanya.
Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda juga dilibatkan dalam penyediaan tenaga akademik. Perguruan tinggi tersebut dapat membantu menyiapkan dosen untuk memenuhi kebutuhan awal empat program studi.
“UINSI juga bisa membantu untuk dosen awal. Jadi nanti kita lihat kebutuhan masing-masing prodi, siapa yang bisa memenuhi. Setelah mahasiswa bertambah, kebutuhan dosen juga akan mengikuti perkembangan jumlah mahasiswa,” ucapnya.
Pembicaraan mengenai kebutuhan tenaga pengajar akan dilanjutkan bersama UINSI, termasuk penjajakan lulusan S2 yang dapat mengisi bidang akademik tertentu. Pertemuan yang direncanakan pada November menjadi bagian dari pembicaraan teknis mengenai komposisi dosen tersebut.
Kebutuhan sumber daya manusia juga mencakup tenaga pendukung kegiatan kampus. Sedikitnya tiga tenaga administrasi, satu pustakawan dan petugas keamanan disiapkan untuk menunjang operasional.
Untuk tenaga pengajar yang berasal dari luar daerah, tempat tinggal juga telah disiapkan. Terdapat 24 kamar yang dapat digunakan sebagai hunian dosen selama menjalankan tugas di Tana Tidung.
“Tempat tinggal dosen juga sudah disiapkan. Ada 24 kamar. Jadi kalau ada dosen dari luar daerah, mereka sudah ada tempat tinggal. Dari kebutuhan awal 20 dosen itu, sebagian bisa ditempatkan di sana,” tutur Uus.
Kebutuhan tenaga pengajar selanjutnya akan menyesuaikan pertumbuhan jumlah mahasiswa dan perkembangan program studi. Dengan demikian, jumlah 20 dosen merupakan kebutuhan awal yang dapat bertambah seiring meningkatnya aktivitas akademik.
“Jadi 20 dosen itu kebutuhan awal untuk empat prodi. Nanti kalau mahasiswanya sudah semakin banyak, tentu dosennya juga harus bertambah. Begitu juga tenaga administrasi dan tenaga pendukung lainnya, semuanya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kampus,” pungkasnya. (hr/*)















Discussion about this post