TARAKAN, Fokusborneo.com – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menunjukkan daya tarik investasinya yang luar biasa dalam gelaran Forum Temu , Misi Dagang, dan Investasi antara Jawa Timur dan Kaltara, di Hotel Tarakan Plaza, Kota Tarakan, Selasa (8/9/26).
Misi ini tidak hanya sukses mencatatkan transaksi ekonomi bernilai fantastis mencapai hampir Rp2 Triliun, tetapi juga menjadi panggung utama bagi Pemprov Kaltara untuk memamerkan berbagai potensi komoditas unggulan daerah.
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menegaskan Kaltara memiliki kekayaan alam berlimpah yang sangat strategis untuk dikembangkan bersama para investor dari Jawa Timur.
Dalam pemaparannya di hadapan Gubernur Jawa Timur Hj. Khofifah Indar Parawansa beserta ratusan pengusaha dan pimpinan BUMD Jatim, Gubernur Zainal Paliwang menggarisbawahi keunikan produk-produk Kaltara yang alami dan organik:
Berbeda dengan wilayah lain, tambak perikanan di Kaltara memiliki luas yang sangat besar minimal 15 hektar per pintu.
Tambak dikelola secara alami tanpa pakan buatan/kimia, sehingga udang windu, kepiting, dan ikan bandeng Kaltara tumbuh alami memakan plankton. Hal ini membuat komoditas perikanan Kaltara dijamin murni organik dan bebas dari bau lumpur.
Ia menambahkan Kaltara memiliki beras Adan dari wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan beras organik khas yang ditanam tanpa bahan kimia sedikit pun. Tak hanya itu, daerah pegunungan Krayan juga menyimpan keunikan berupa sumur garam alami di atas gunung.
Menurutnya, Kaltara kaya akan kayu-kayu hutan berkualitas tinggi yang sangat potensial menjadi bahan baku industri mebel dan kerajinan.
Berbagai komoditas seperti rumput laut, kepiting soka, kelapa sawit, kakao, kopi, lada, hingga rotan murai siap didorong melalui proses hilirisasi dan pengolahan terpadu.
Selain kekayaan komoditas pangan dan perikanan, Gubernur Zainal Paliwang mengajak para pelaku usaha dari Jatim seperti HIPMI, Kadin, Apindo, IWAPI untuk menangkap peluang investasi besar di Kaltara, khususnya di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi.
Pemprov Kaltara memastikan jaminan kemudahan berinvestasi tanpa birokrasi yang berbelit-belit:
”Kami membuka ruang selebar-lebarnya untuk semua investor. Soal lahan tidak usah ditanya, masih sangat luas. Kami pastikan proses perizinan akan dibantu penuh dan dipercepat. Tidak ada slogan ‘kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah’ di Kalimantan Utara,” tegas Gubernur Zainal.
Gubernur Kaltara juga menyoroti pentingnya efisiensi rantai pasok melalui optimalisasi rute Tol Laut Surabaya–Tarakan–Nunukan. Diharapkan kapal-kapal logistik dari Surabaya yang membawa barang kebutuhan pokok tidak kembali dalam keadaan kosong.
Arus balik kapal tol laut tersebut ditargetkan dapat diisi penuh oleh produk-produk unggulan Kaltara yang memiliki nilai ekonomi tinggi, sehingga biaya logistik dua arah dapat ditekan seminimal mungkin.
Gubernur Zainal berharap kerja sama ini menjadi kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan nilai tambah produk Kaltara melalui hilirisasi.
”Misi dagang ini adalah momentum strategis. Ketika Jawa Timur dan Kalimantan Utara saling menguatkan, kita tidak hanya membangun ekonomi dua daerah, tetapi turut memperkuat ekonomi nasional,” pungkasnya.(*/mt)













Discussion about this post