SAMBOJA, Fokusborneo.com – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Sepinggan menyalurkan bantuan satu unit pompa pemadam kebakaran portabel bertekanan tinggi kepada Yayasan Jejak Pulang. Bantuan ini merupakan kelanjutan dukungan perusahaan dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi Samboja.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan, sekaligus penguatan kapasitas masyarakat dan lembaga konservasi di sekitar wilayah operasional.
“Melalui bantuan ini, kami ingin mendukung kesiapsiagaan Yayasan Jejak Pulang bersama masyarakat dalam merespons potensi kebakaran sejak dini, terutama di lokasi dengan akses terbatas. Langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah api meluas, melindungi kawasan hutan, serta mendukung keberlanjutan rehabilitasi orangutan di Samboja,” ujar Edi.
Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja seluas sekitar 3.517,53 hektare. Selain memiliki fungsi penelitian dan pengelolaan hutan, kawasan ini menjadi lokasi Sekolah Hutan Yayasan Jejak Pulang yang berperan dalam proses rehabilitasi orangutan.
Pompa pemadam portabel tersebut dapat dimanfaatkan oleh Yayasan Jejak Pulang bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kelurahan Sungai Merdeka dan wilayah sekitarnya. Bentuknya yang ringkas dan mudah dimobilisasi diharapkan dapat membantu penanganan awal kebakaran pada medan yang sulit dijangkau sebelum api meluas ke kawasan konservasi.
General Manager Yayasan Jejak Pulang, Rahmad Novirsal, menyampaikan apresiasi atas dukungan berkelanjutan Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan terhadap perlindungan kawasan dan konservasi orangutan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Pertamina Patra Niaga AFT Sepinggan yang terus memberikan perhatian terhadap keberlanjutan konservasi orangutan, khususnya melalui dukungan dalam mitigasi kebakaran yang mengancam kawasan KHDTK di Samboja,” ujar Rahmad.
Ia menambahkan, ketersediaan peralatan yang mudah dibawa ke lokasi dengan akses terbatas menjadi dukungan penting bagi yayasan dan masyarakat dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta mempercepat respons awal terhadap kebakaran.
Kolaborasi dengan MPA turut memperkuat upaya deteksi dan penanganan awal karhutla. Keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan menjadi bagian penting dalam menjaga hutan sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan konservasi.
Edi menegaskan, Pertamina akan terus mendorong sinergi dengan lembaga konservasi dan masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan.
“Menjaga kawasan konservasi membutuhkan peran bersama. Kami berharap dukungan ini dapat memperkuat upaya pencegahan dan penanganan awal karhutla, sehingga fungsi hutan tetap terjaga dan proses rehabilitasi orangutan dapat terus berlangsung,” tutup Edi.(**)













Discussion about this post