TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Upaya membantu keluarga memenuhi kebutuhan protein hewani sekaligus memperkuat ketahanan pangan dilakukan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kabupaten Bulungan bersama Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.
Melalui program tersebut, sebanyak 330 ekor ayam Kampung Unggul Balitbang (KUB) beserta pakan disalurkan kepada 66 keluarga penerima manfaat di Kecamatan Tanjung Selor, Selasa (22/9/2026).
Dari 66 penerima, sebanyak 23 keluarga memiliki anak yang mengalami stunting. Sedangkan 43 keluarga lainnya berasal dari kelompok keluarga prasejahtera.
Masing-masing keluarga menerima lima ekor ayam petelur beserta pakan. Bantuan ini diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga dapat dikembangkan sehingga menghasilkan telur untuk dikonsumsi maupun dijual.
Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur dan dihadiri Camat Tanjung Selor Eros Sunarmin, Lurah Tanjung Selor Timur Juani Julan, SE, jajaran TP PKK Kabupaten Bulungan serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan.
Salah satu penerima manfaat, Wahidah, warga RT 22 Kelurahan Tanjung Selor Timur, mengaku bersyukur mendapat bantuan ayam KUB dan pakan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada PKK dan Dinas Pertanian yang membantu kami memperoleh bantuan ayam dan pakan ini. Bantuan ini sangat berarti buat kami,” ujar Wahidah.
Menurut Wahidah, keberadaan ayam petelur tersebut dapat membantu keluarganya memenuhi kebutuhan protein. Ia berharap ayam yang dipelihara bisa berkembang dan menghasilkan telur sehingga sebagian hasilnya dapat dikonsumsi keluarga.
Hal serupa disampaikan Kasman, warga RT 33 Desa Sepunggur. Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Bulungan, TP PKK dan Dinas Pertanian melalui program tersebut.
“Terima kasih sekali saya sampaikan kepada Pemda Bulungan, PKK Bulungan serta Dinas Pertanian yang membantu kesejahteraan kami melalui bantuan ini. Semoga perhatian dari PKK dan Pemda Bulungan tidak berhenti sampai di sini saja,” kata Kasman.
Ia berharap ayam yang diterima dapat dipelihara dengan baik dan berkembang, sehingga memberikan manfaat dalam jangka panjang, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan maupun menambah penghasilan keluarga.
Dorong Pemenuhan Gizi dan Kemandirian Keluarga
Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani, S.Pd., mengatakan bantuan ayam KUB merupakan salah satu upaya mendukung penanganan stunting melalui pemenuhan kebutuhan protein hewani keluarga.
Menurutnya, ayam yang diberikan merupakan ayam petelur yang dapat dipelihara secara berkelanjutan. Dengan begitu, keluarga penerima tidak hanya mendapatkan bantuan dalam jangka pendek, tetapi memiliki sumber pangan yang dapat terus dimanfaatkan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya kita dalam penanganan stunting. Kita memberikan ayam KUB kepada keluarga sasaran dengan harapan ayam ini bisa dipelihara dan dikembangkan,” kata Sri.
Ia menjelaskan, telur yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga, terutama anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Harapannya, dengan pemeliharaan ayam petelur ini, kebutuhan gizi keluarga bisa meningkat. Jadi bukan hanya bantuan sesaat, tetapi bagaimana bantuan ini bisa terus memberikan manfaat bagi keluarga penerima,” ujarnya.
Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan ekonomi keluarga. Jika ayam berkembang dan produksi telur meningkat, hasilnya dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual.
“Kalau ayamnya berkembang dan produksinya bagus, hasilnya juga bisa dijual. Jadi ada dua manfaat, pertama untuk meningkatkan gizi keluarga dan kedua bisa membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” jelasnya.
Sri menilai penanganan stunting perlu dilakukan melalui berbagai sektor. Persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga kemampuan keluarga menyediakan pangan bergizi secara berkelanjutan.
Karena itu, bantuan lima ekor ayam petelur beserta pakan untuk setiap keluarga diharapkan dapat menjadi sumber pangan yang bisa dikembangkan secara mandiri.
Bagi keluarga yang memiliki anak stunting, bantuan ini diharapkan membantu pemenuhan protein hewani anak. Sedangkan bagi keluarga prasejahtera, ternak tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan.
Sri berharap program serupa dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti pada penyaluran bantuan awal.
“Kita berharap upaya-upaya seperti ini bisa terus dilakukan dan dikembangkan. Mudah-mudahan ke depan Bulungan semakin baik dalam penanganan stunting dan kita bisa ikut mewujudkan generasi emas menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Program ayam KUB ini menjadi salah satu bentuk intervensi berbasis pemberdayaan masyarakat. Bantuan diarahkan untuk dipelihara dan dikembangkan agar menghasilkan manfaat berkelanjutan bagi keluarga penerima.
Kolaborasi TP PKK dan Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan juga memperkuat pendekatan penanganan stunting melalui sektor pangan, peternakan dan pemberdayaan ekonomi keluarga. Dengan pola tersebut, bantuan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi berkembang menjadi sumber pangan dan penghasilan bagi masyarakat. (**)















Discussion about this post