TARAKAN, Fokusborneo.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Dinas Kesehatan Kota Tarakan dan komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Kaltara sukses menggelar kegiatan SEMARAK (Sehat Masyarakat Bersama GenBI) di area Car Free Day (CFD) Stadion Datu Adil, Kota Tarakan, Minggu (4/10/26).
Acara ini tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial, tetapi juga wujud kontribusi nyata pemuda sebagai garda terdepan BI untuk masyarakat.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Kaltara, Agus Taufik, mengungkapkan kegiatan sosial ini merupakan bentuk bakti nyata BI di tengah tantangan lingkungan yang dihadapi wilayah Kalimantan, termasuk isu kekeringan dan karhutla.
Ia menegaskan pelibatan generasi muda, khususnya mahasiswa yang tergabung dalam GenBI, adalah langkah strategis untuk mencetak agen perubahan yang peka terhadap kondisi sosial sekaligus tanggap bencana.
“Bank Indonesia juga terus mendorong peran generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk semakin peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan serta memiliki kesadaran dalam menghadapi risiko bencana. Hal ini menjadi semakin relevan mengingat berbagai risiko bencana, termasuk kekeringan dan karhutla merupakan tantangan yang perlu diantisipasi secara berkelanjutan,” ujar Agus Taufik.
Kendati mengusung tema kesehatan, porsi sosialisasi kebanksentralan khususnya kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah mendapatkan sorotan utama dalam perhelatan ini. BI dan GenBI Kaltara menyadari bahwa ruang publik terbuka seperti CFD adalah arena yang paling efektif untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dari berbagai kalangan usia.
Edukasi rupiah tidak lagi disajikan secara kaku, melainkan dikemas melalui kuis interaktif yang santai, ringan, dan penuh hadiah menarik. Pengunjung CFD yang berpartisipasi tampak antusias menjawab berbagai pertanyaan seputar cara memperlakukan uang rupiah dengan baik.
“Edukasi CBP Rupiah dikemas melalui kuis interaktif bersama masyarakat dan pengunjung CFD sehingga pesan mengenai pentingnya mengenali, merawat, dan memahami Rupiah dapat disampaikan dengan cara yang ringan, menarik, dan mudah dipahami. Antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa ruang publik seperti CFD dapat menjadi sarana efektif untuk mendekatkan edukasi kebanksentralan kepada masyarakat,” jelas Agus Taufik.
Melalui pendekatan interaktif ini, masyarakat diajak untuk senantiasa menerapkan 5 Jangan yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Stapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dirusak sebagai wujud nyata rasa Cinta Rupiah.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk berBangga karena rupiah bukan alat pembayaran biasa, melainkan simbol kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memahami fungsi rupiah dalam bertransaksi secara bijak (Paham).
Selain sukses memikat warga lewat edukasi rupiah, SEMARAK juga memanjakan masyarakat dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Lebih dari 100 warga memanfaatkan kesempatan untuk mengecek berat dan tinggi badan, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat yang didampingi langsung oleh dokter umum.
Mengingat kondisi kualitas udara di Kota Tarakan yang memerlukan perhatian khusus, GenBI Kaltara juga membagikan masker secara gratis kepada para pengunjung serta memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan.
Sinergi yang terjalin antara BI, GenBI, dan Pemerintah Kota Tarakan ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni sesaat.
Kolaborasi ini diorientasikan untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat, kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkokoh pemahaman masyarakat bahwa merawat rupiah sama artinya dengan menjaga martabat bangsa.
Dari arena CFD, SEMARAK berhasil menanamkan satu pesan kuat masyarakatnya semakin sehat, semakin peduli lingkungan, dan semakin Cinta, Bangga, serta Paham Rupiah.(**)












Discussion about this post