TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Potensi desa dan pemberdayaan keluarga menjadi perhatian dalam Festival Bunga Sutra (Bulungan Sumber Sejahtera) yang digelar di Lapangan Desa Long Sam, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Selasa (6/10/2026).
Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md., dan Ketua TP PKK Kabupaten Bulungan Sri Nurhayandayani Syarwani, membuka langsung puncak festival yang menjadi wadah kolaborasi pemerintah, kader PKK dan masyarakat tersebut.
Tahun ini, Festival Bunga Sutra mengangkat isu pelestarian lingkungan hidup, pengenalan potensi sumber daya alam desa serta penguatan pemberdayaan masyarakat, khususnya keluarga.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sejak Mei 2026. Di antaranya penyuluhan pencegahan kekerasan seksual terhadap anak dan perkawinan anak, Gelar Produk UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga), peluncuran Pojok Baca bagi murid SD, hingga operasional SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) Desa Long Sam.
Program lainnya meliputi sosialisasi pangan lokal, Gerakan Masyarakat Makan Ikan, fasilitasi penyusunan Peraturan Desa tentang pengolahan sampah, sosialisasi pentingnya ASI dan penyematan Duta ASI.
Perhatian juga diberikan terhadap kesehatan keluarga melalui penyematan buku kontrol cinta kepada anak dan remaja, pemberian bantuan telur bagi anak stunting hasil kolaborasi dengan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN), serta pemberian telur kepada ibu hamil di lima desa se-Kecamatan Tanjung Palas Barat.
Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, Festival Bunga Sutra tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi harus mampu melahirkan kegiatan pemberdayaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Sebagai Pembina TP PKK Kabupaten Bulungan, ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan festival tersebut.
“Ada 2.167 kader PKK merupakan kekuatan yang hadir di tiap wilayah di Bulungan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui 10 program pokok PKK, dengan berkolaborasi, bergotong royong bersama pemangku kepentingan terkait,” ucap Syarwani.
Menurutnya, keberadaan ribuan kader PKK menjadi kekuatan yang dapat membantu pemerintah menjalankan berbagai program pembangunan hingga tingkat keluarga dan desa.
Syarwani juga meminta perangkat daerah Pemkab Bulungan mengintegrasikan program yang berkaitan dengan 10 program pokok PKK. Penguatan literasi, pencegahan stunting, perkawinan dini dan narkoba hingga pengembangan UMKM keluarga menjadi sejumlah sektor yang dapat dikolaborasikan.
Penguatan ekonomi keluarga juga dinilai penting agar pemberdayaan masyarakat tidak berhenti pada kegiatan sosial, tetapi mampu mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan.
“Rencananya akan ada Forum CSR di Bulungan, kita berharap rekan-rekan dunia usaha dapat mengalokasikan untuk peningkatan kualitas SDM yang sesuai visi daerah. Termasuk di dalamnya peningkatan usaha keluarga dan UMKM,” imbuhnya.
Festival Bunga Sutra dilaksanakan secara bergiliran di kecamatan setiap tahun. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah pertemuan kader PKK se-Kabupaten Bulungan untuk berbagi program dan memperkuat kolaborasi.
Pada 2027, Festival Bunga Sutra direncanakan berlangsung di Desa Apung, Kecamatan Tanjung Selor.(**)















Discussion about this post