TANJUNG SELOR, Fokusborneo.com – Sebanyak 167 peserta lolos seleksi administrasi Lomba Inovasi Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Tahun 2026 yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara di Hotel Luminor, Rabu (21/10).
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ingin mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menjadi karya kompetisi, tetapi juga dapat diterapkan dan dikembangkan untuk mendukung pembangunan daerah.
Kepala Bapperida Kaltara, Bertius, S.Hut., mengatakan lomba tahun ini mengangkat tema “Inovasi Daerah Berbasis Potensi Lokal untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Energi serta Mewujudkan Ekonomi Kalimantan Utara yang Produktif dan Inklusif.”
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan pemerintah, sekolah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Selain itu, lomba menjadi wadah untuk menjaring inovasi terapan yang terukur, berkelanjutan, dapat direplikasi, serta gagasan yang berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan dasar.
“Melalui lomba ini, kami berharap inovasi tumbuh di semua kalangan. Baik di lingkungan pemerintah, sekolah, kampus, maupun masyarakat, sehingga setiap pihak terus melakukan perbaikan dalam kegiatannya masing-masing,” kata Bertius.
Ia menjelaskan, lomba inovasi juga menjadi salah satu upaya mendukung pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan meningkatkan Indeks Inovasi Daerah Kaltara.
Saat ini, Indeks Inovasi Daerah (IID) Kaltara tercatat sebesar 50,84 dan masih berada dalam kategori inovatif. Bapperida Kaltara berharap capaian tersebut dapat meningkat hingga mencapai kategori sangat inovatif, yang berada pada skor 60 ke atas.
“Kami berharap lomba ini tidak hanya mendukung target pembangunan daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk menyerap ide-ide baru dari para inovator,” ujarnya.
Terdapat lima kategori yang diperlombakan, yakni Gagasan/Ide Pelayanan Dasar, ASN Kabupaten/Kota, Masyarakat, ASN Provinsi, serta Pelajar/Mahasiswa.
Dari 170 peserta yang mendaftar, sebanyak 167 peserta lolos tahapan administrasi. Pelaksanaan penilaian berlangsung selama dua hari. Pada Rabu (21/10), penilaian diikuti 21 finalis dari kategori Masyarakat, ASN Provinsi, dan Gagasan/Ide Pelayanan Dasar. Sementara pada Kamis (22/10), penilaian dilanjutkan untuk 14 finalis dari kategori Pelajar/Mahasiswa dan ASN Kabupaten/Kota.
Dari keseluruhan finalis tersebut, akan ditetapkan 35 kandidat pemenang yang selanjutnya dinilai untuk menentukan juara pertama, kedua, ketiga, serta empat juara harapan pada masing-masing kategori. Pengumuman pemenang direncanakan pada 25 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Kaltara, apabila tidak ada kendala.
Bertius menegaskan, keberhasilan lomba tidak hanya diukur dari jumlah peserta atau pemenang, tetapi juga dari manfaat dan keberlanjutan inovasi yang dihasilkan.
“Kami berharap inovasi yang dihasilkan tidak berhenti pada perlombaan. Inovasi tersebut harus bisa diterapkan di lingkungan masing-masing dan, jika memungkinkan, dikembangkan serta direplikasi oleh pihak lain,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan inovasi membutuhkan dukungan berkelanjutan, termasuk pembiayaan. Karena itu, Bapperida berharap dunia usaha dan sponsor turut melihat potensi inovasi yang dihasilkan sehingga gagasan yang dinilai layak dapat dikembangkan lebih lanjut.
Penilaian melibatkan unsur pemerintah, lembaga riset, akademisi, mitra pembangunan, perbankan, dan media. Di antaranya Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri, Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Kaltara, Universitas Borneo Tarakan, STIE Bulungan, Bank Indonesia, Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ), Global Green Growth Institute (GGGI) , tenaga ahli program SKALA, TVRI Kaltara, serta Tenaga Ahli Gubernur.
Bertius mengapresiasi antusiasme para peserta dan berharap seluruh inovator dapat menampilkan karya yang bermanfaat, dapat dipertanggungjawabkan, serta memiliki potensi untuk dikembangkan.
Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga sportivitas selama kompetisi dan terus mengembangkan gagasan, termasuk bagi mereka yang belum berhasil meraih penghargaan tahun ini. (dkisp)














Discussion about this post