BALIKPAPAN, Fokusborneo.com — Menyusutnya ketersediaan air baku berdampak pada penurunan kapasitas produksi air bersih di Kota Balikpapan.
Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) kini mengerahkan 18 armada mobil tangki untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama pelanggan yang mengalami gangguan distribusi.
Direktur Teknik PTMB, M. Kohirudin, S.T., mengatakan penyusutan muka air waduk menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesinambungan produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan. Berdasarkan laporan terkini, muka air waduk mengalami penyusutan sekitar 46 sentimeter.
“Ketersediaan air baku menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan proses produksi dan distribusi air bersih kepada pelanggan. Karena itu, kondisi penyusutan muka air waduk menjadi perhatian kami,” ujar Kohirudin.
Dampak keterbatasan air baku terlihat dari penurunan kapasitas produksi air bersih PTMB, dari sebelumnya 1.150 liter per detik menjadi 900 liter per detik. Penurunan lebih signifikan terjadi pada kapasitas produksi untuk pelayanan wilayah Balikpapan Timur, dari 220 liter per detik menjadi hanya 60 liter per detik.
Kondisi cuaca kering, berkurangnya curah hujan, serta penguapan turut memengaruhi cadangan air di waduk. Fenomena El Niño juga berpotensi memperburuk kondisi apabila curah hujan terus berkurang, sementara penguapan berlangsung.
Di tengah keterbatasan tersebut, PTMB berupaya mengoptimalkan sumber daya air yang tersedia dan menyesuaikan pengelolaan air baku untuk menjaga pelayanan kepada masyarakat.
Sebagai langkah penanganan, PTMB mengoperasikan 18 armada mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter. Perusahaan juga menyiapkan empat titik terminal untuk mendukung distribusi bantuan air bersih, yakni Posko Utama di Jalan MT Haryono, IPA ZAMP Korpri, Sumur Kampung Baru, dan IPA KM 12.
Direktur Layanan PTMB, Ir. Ali Rachman AS, S.T., M.T., mengatakan penyaluran air melalui mobil tangki menjadi salah satu upaya perusahaan membantu pelanggan yang terdampak keterbatasan pasokan.
“Layanan mobil tangki ini merupakan salah satu langkah kami untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan, khususnya di wilayah yang mengalami gangguan atau keterbatasan distribusi,” kata Ali.
Hingga saat ini, volume air yang disalurkan melalui layanan subsidi air tangki tercatat mencapai 7.295.000 liter atau 7.295 meter kubik. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 1.459 kali pengantaran menggunakan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter apabila setiap pengantaran membawa muatan penuh.
Sementara itu, berdasarkan rekapitulasi pada 26 September hingga 8 Oktober 2026, armada PTMB mencatat 833 kali pengantaran. Sebanyak 32 pengantaran tambahan dilakukan melalui dukungan dinas dan armada Hankam, sehingga total pengantaran selama periode tersebut mencapai 865 kali.
Tingginya permintaan bantuan membuat distribusi air tangki harus dilakukan secara bergiliran. Waktu pelayanan bergantung pada jumlah permohonan, ketersediaan air, kapasitas armada, serta waktu yang dibutuhkan untuk pengisian dan pengantaran ke lokasi pelanggan.
Ali mengakui kondisi tersebut dapat menyebabkan pelanggan harus menunggu giliran. Meski demikian, PTMB terus berupaya mengoptimalkan operasional armada dan mengatur distribusi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
Pelanggan yang membutuhkan informasi atau ingin mengajukan permohonan bantuan air tangki dapat menghubungi WhatsApp PTMB di nomor 0816-200-110, telepon (0542) 878-991 atau (0542) 878-992, serta Instagram pengaduan @ptmb_commandcenter.
Direktur Utama PTMB, Dr. Yudhi Saharuddin, M.M., menyampaikan bahwa perusahaan memahami kesulitan masyarakat akibat keterbatasan pasokan air bersih. Ia menegaskan, PTMB terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dengan memaksimalkan sumber daya dan kapasitas operasional yang tersedia.
“Kami memahami kesulitan yang dirasakan masyarakat akibat keterbatasan air bersih ini. Kami berharap kondisi sumber air baku segera membaik sehingga pelayanan dapat kembali berjalan optimal seperti sedia kala,” ujar Yudhi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketersediaan air dengan menghindari pemakaian berlebihan, memperbaiki kebocoran instalasi, serta menggunakan air sesuai kebutuhan.
Menurut Yudhi, upaya menghadapi keterbatasan air baku tidak hanya bergantung pada pengelolaan sumber air dan operasional perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan masyarakat melalui kebiasaan hemat air.
“Kami mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan bertanggung jawab. Penghematan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menghindari pemborosan dan menampung air secukupnya untuk kebutuhan penting,” katanya.
PTMB berharap kondisi sumber air baku dapat berangsur membaik sehingga kapasitas produksi dan distribusi air bersih kembali meningkat. Sembari menunggu pemulihan kondisi tersebut, perusahaan meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi, dan memanfaatkan saluran pengaduan yang tersedia.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center PTMB di nomor (0542) 878-991 atau (0542) 878-992, WhatsApp/SMS 0816-200-110, situs www.tirtamanuntung.co.id, serta Instagram @tirtamanuntungbalikpapan dan @ptmb_commandcenter.(**)
Humas PTMB















Discussion about this post