• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Daerah

Lindungi Tumbuh Kembang Anak, Tana Tidung Siapkan Guru PAUD Tanggap Iklim

by Redaksi
22/10/2026
in Daerah, Pemkab Tana Tidung
A A

Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, mengikuti Forum ECD Asia-Pasifik 2026 di Jakarta sekaligus mendorong penguatan kapasitas guru PAUD dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

JAKARTA, Fokusborneo.com – Bergerak cepat pasca-Forum ECD Asia-Pasifik 2026, Kabupaten Tana Tidung menggandeng SEAMEO CECCEP dan Koalisi Nasional PAUD HI untuk menggelar pelatihan bagi guru PAUD. Program ini disiapkan untuk mencetak pendidik yang climate-ready demi melindungi tumbuh kembang anak dari dampak krisis lingkungan.

Program tersebut diarahkan untuk membekali pendidik dengan kemampuan mengintegrasikan pengetahuan lingkungan ke dalam pembelajaran sekaligus mendampingi kondisi psikologis anak ketika menghadapi situasi darurat.

Baca Juga

Gubernur Hadiri WCCE 2026, Cermati Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif

Wakil Ketua TP-PKK Kaltara Hadiri Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

Kolaborasi Pertama di Indonesia, Guru PAUD Tana Tidung Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Kesiapan ini relevan dengan kondisi Tana Tidung yang menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan gambut, termasuk kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas pendidikan.

“Guru PAUD perlu memiliki bekal untuk mengenalkan perubahan iklim kepada anak dengan cara yang sederhana dan sesuai usia mereka. Pembelajaran dapat dilakukan lewat permainan, kegiatan di alam, serta kebiasaan sehari-hari yang membantu anak memahami lingkungan di sekitarnya,” ujar Bunda PAUD Kabupaten Tana Tidung, Vamelia Ibrahim, S.E., M.Pd.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan berpotensi membuat kegiatan sekolah dihentikan sementara demi keselamatan siswa. Situasi tersebut juga dapat menghambat layanan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), yang mencakup pemenuhan kebutuhan pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak.

Menurut Vamelia, kesiapan menghadapi kondisi tersebut harus mencakup kemampuan guru dalam memberikan pendampingan emosional kepada anak. Ketika aktivitas rutin terganggu, anak tetap membutuhkan rasa aman, interaksi yang mendukung perkembangan, serta penjelasan yang dapat dipahami tanpa menimbulkan ketakutan.

“Dalam situasi darurat, anak membutuhkan pendampingan yang tepat agar mereka tetap merasa aman. Guru harus mampu mengenali kondisi emosional anak dan memberikan dukungan sesuai kebutuhan mereka, sehingga proses tumbuh kembang tetap mendapat perhatian meskipun aktivitas belajar mengalami perubahan,” katanya.

Pelatihan yang disiapkan bersama SEAMEO CECCEP dan Koalisi Nasional PAUD HI itu mencakup tiga bidang utama. Pertama, pengembangan kurikulum kontekstual berbasis permainan dan alam. Kedua, penguatan keterampilan sosial-emosional atau social-emotional learning (SEL) untuk mendukung anak ketika menghadapi bencana. Ketiga, peningkatan kolaborasi lintas sektor agar layanan pendidikan dan perlindungan anak dapat saling mendukung.

“Pendidikan perubahan iklim harus dekat dengan kehidupan anak. Mereka bisa diajak mengenali lingkungan, memahami perubahan yang terjadi di sekitarnya, dan belajar melakukan tindakan sederhana untuk menjaga alam. Pendekatan seperti ini membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus memberi pengalaman belajar yang bermakna,” tutur Vamelia.

Penerapan pendidikan perubahan iklim di Tana Tidung akan menggunakan kerangka RAMAH, yakni Relevan dengan kondisi daerah, menyentuh aspek afektif anak, Merujuk pada ilmu pengetahuan dan kearifan lokal, berorientasi pada Aksi nyata, serta dilaksanakan secara Holistik. Kerangka ini dirancang untuk menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman sehari-hari anak melalui kegiatan yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

Rencana tersebut sebelumnya dipaparkan Vamelia saat menghadiri 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada 20–22 Oktober 2026. Forum yang diinisiasi Asia-Pacific Regional Network for Early Childhood (ARNEC) bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, SEAMEO CECCEP, Tanoto Foundation, serta Koalisi Nasional PAUD HI itu mengangkat tema From Knowledge to Collective Action: Strengthening Climate-Responsive and Well-Financed ECD Systems in Asia-Pacific.

Pertemuan regional tersebut membahas penguatan sistem pengembangan anak usia dini yang responsif terhadap perubahan iklim dan didukung pembiayaan memadai. Hasil pembahasan itu menjadi landasan untuk memperkuat kapasitas pendidik dan mengembangkan pembelajaran yang menyesuaikan tantangan lingkungan di Tana Tidung.

Vamelia menegaskan, upaya tersebut diarahkan agar anak tetap memperoleh hak belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman, termasuk ketika menghadapi risiko bencana.

“Anak-anak harus tetap mendapatkan kesempatan untuk belajar dan berkembang dalam kondisi apa pun. Guru yang lebih siap, pembelajaran yang sesuai dengan lingkungan, serta dukungan lintas sektor, kami berharap kebutuhan anak tetap terpenuhi dan mereka tumbuh dengan pemahaman yang baik tentang keselamatan serta pentingnya menjaga alam,” tandasnya. (*)

 

 

Tags: Bunda paudECD Asia-Pasifik 2026Guru PAUDPAUD HIPAUD tanggap iklimPerubahan IklimSEAMEO CECCEPTana TidungVamelia Ibrahim

Berita Lainnya

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Gubernur Hadiri WCCE 2026, Cermati Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif

22 Oktober 2026 14:09
Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Wakil Ketua TP-PKK Kaltara Hadiri Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

22 Oktober 2026 13:24
Daerah

Kolaborasi Pertama di Indonesia, Guru PAUD Tana Tidung Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

22 Oktober 2026 13:17
Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas
Daerah

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

22 Oktober 2026 13:15
Daerah

Tiga Bidang Kompetensi Guru PAUD Tana Tidung Masuk Agenda Pengembangan

22 Oktober 2026 08:59
Kaltara Jadi Rujukan Studi Tiru Pajak Kendaraan di Atas Air
Daerah

Pemprov Perkuat Transparansi dan Akuntabilitas melalui Pemeriksaan BPK

22 Oktober 2026 06:47
Next Post
Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Kolaborasi Pertama di Indonesia, Guru PAUD Tana Tidung Disiapkan Hadapi Perubahan Iklim

Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Wakil Ketua TP-PKK Kaltara Hadiri Penguatan Tata Kelola Kelembagaan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Kapolda Kaltara Cek Ruangan Satuan Kerja, Pastikan Lingkungan Kerja Tetap Tertib dan Nyaman

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Andi Syahriful Taufik Terima Laporan Kesatuan dan Buku Memori Sertijab

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolda Kaltara Sidak Barak Dalmas Ditsamapta, Tekankan Kebersihan dan Kedisiplinan Personel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan Baru Tembus Pantai Amal Dibuka, Asrin Puji Aksi Gotong Royong TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seorang Nelayan Ditemukan Meninggal Tergantung di Karang Anyar, Polisi Lakukan Penyelidikan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Polisi Peduli Pengangguran Tuai Apresiasi! Kepala Disnaker Balikpapan: Tingkatkan Kesempatan Kerja dan Kesejahteraan Bagi Masyarakat

22 Oktober 2026 14:44
Pemprov Dukung Pengembangan Pesantren, Santri Disiapkan Menuju Indonesia Emas

Gubernur Hadiri WCCE 2026, Cermati Peluang Pengembangan Ekonomi Kreatif

22 Oktober 2026 14:09
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP