JAKARTA, Fokusborneo.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mendapat dukungan manajemen Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk mengembangkan Anjungan Kaltara melalui penambahan rumah adat Tidung dan Dayak.
Pengembangan ini direncanakan menjadi satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang telah tersedia, sekaligus memperkuat fungsi anjungan sebagai pusat promosi seni, budaya, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), dan potensi investasi daerah.
Dukungan tersebut disepakati dalam audiensi Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, di TMII, Jakarta, Rabu (28/10).
Gubernur Zainal menyampaikan, pengembangan Anjungan Kaltara tidak hanya berorientasi pada penambahan bangunan, tetapi juga pada penguatan peran anjungan sebagai representasi identitas dan potensi daerah di ibu kota.
Menurutnya, keberadaan rumah adat Tidung dan adat Dayak akan melengkapi rumah adat Bulungan yang sudah ada. Dengan demikian, masyarakat yang berkunjung dapat mengenal lebih dekat keberagaman budaya dan tradisi masyarakat Kaltara.
“Manajemen TMII menyepakati dan mensupport penuh penyediaan lahan untuk rencana pengembangan Anjungan Kaltara, termasuk penambahan dua rumah adat Tidung dan adat Dayak dalam satu kawasan terpadu bersama rumah adat Bulungan yang sudah ada,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, pengembangan tersebut akan ditindaklanjuti melalui sinergi Badan Penghubung (Banhub) Kaltara dengan perangkat daerah teknis, pemerintah kabupaten/kota, serta masyarakat diaspora Kaltara di Jakarta.
Kolaborasi tersebut diperlukan agar Anjungan Kaltara dapat menjadi ruang bersama untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, produk UMKM, dan peluang investasi daerah.
Zainal juga menargetkan kegiatan promosi di anjungan semakin beragam, mulai dari penyelenggaraan acara seni dan budaya, pameran produk UMKM, hingga penambahan koleksi benda seni, sejarah, dan budaya Kaltara.
“Kami ingin anjungan ini semakin aktif dengan berbagai kegiatan promosi. Produk UMKM dan koleksi seni, sejarah, serta budaya Kaltara juga perlu diperbanyak agar semakin dikenal masyarakat luas,” katanya.
Melalui pengembangan tersebut, Pemprov Kaltara berharap Anjungan Kaltara di TMII semakin berperan sebagai etalase daerah untuk memperkenalkan identitas budaya, memperluas pemasaran produk lokal, dan membuka peluang kerja sama investasi. (dkisp)














Discussion about this post