TARAKAN – Anggota Komisi VII DPR RI Dapil Kalimantan Utara, Hj. Rahmawati, menyerahkan bantuan mobil ambulans kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada Yayasan Peduli Jaya Bersama di Tarakan, Kamis (29/10/2026).
Fasilitas ini dihadirkan secara gratis untuk memperluas akses kesehatan serta mempermudah mobilisasi pasien—khususnya warga dari luar daerah yang datang berobat ke Kota Tarakan.
Hj. Rahmawati mengatakan, keberadaan yayasan tersebut diharapkan menjadi wadah nyata untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam urusan fasilitas kesehatan mendesak. Ia berharap bantuan ambulans tersebut dapat dimanfaatkan secara tepat sasaran.
“Dari Juwata, atau ada keluarganya dari daerah lain yang memerlukan, nanti bisa langsung menghubungi pihak yayasan,” ujar Hj. Rahmawati saat menghadiri penyerahan ambulans secara simbolis.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada manajemen BRI dan Yayasan Peduli Jaya Bersama atas kepedulian yang diberikan. Ia mengingatkan agar armada tersebut dirawat dengan baik agar kemanfaatannya berkesinambungan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kebaikan bapak-bapak dari pihak BRI dan juga dari yayasan,” terangnya.
Menurutnya, keberadaan fasilitas ini menjadi solusi bagi warga yang sering kali terkendala transportasi saat tiba di pelabuhan atau titik kedatangan lainnya di Tarakan. “Siapa tahu ada pasien yang minta dijemput di pelabuhan dalam keadaan sakit, nanti bisa langsung ditelepon,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Peduli Jaya Bersama, Ardiansyah, menjelaskan bahwa operasional ambulans tersebut dirancang untuk melayani kebutuhan pasien dari seluruh wilayah Kaltara. Layanan ini menyasar masyarakat Tarakan maupun warga dari Kabupaten Nunukan, Malinau, Tana Tidung (KTT), hingga Bulungan.
“Yayasan ini memang diperuntukkan bagi layanan kesehatan di wilayah Kalimantan Utara. Melalui bantuan CSR dari BRI dan dorongan dari Bunda (Hj. Rahmawati), fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat Kaltara,” jelas Ardiansyah.
Ardiansyah menegaskan, seluruh layanan mobilisasi pasien menggunakan ambulans ini diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya operasional maupun bahan bakar.
“Untuk biaya operasional kita gratiskan. Biaya pengantaran hingga subsidi bensin semuanya ditanggung penuh oleh yayasan,” tegasnya.
Saat ini, armada ambulans disiagakan di Tarakan sebagai pusat rujukan berobat. Yayasan juga tengah menggodok mekanisme operasional 24 jam dengan menerapkan sistem tiga shift bagi para pengemudi, mengingat kebutuhan darurat pasien dapat terjadi kapan saja.
Terkait pusat kontak (call center), Ardiansyah menyebutkan pihaknya sedang merampungkan pembahasan internal agar jalur komunikasi permohonan bantuan dapat diakses dengan mudah oleh publik.
“Sementara bisa melalui saya atau sekretaris. Untuk nomor khusus call center masih kami bahas secara internal dan akan segera kami publikasikan,” pungkasnya. (*)














Discussion about this post