TARAKAN, Fokusborneo.com – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Taman Budaya Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) berkomitmen untuk terus menghidupkan dan mendongkrak kualitas seni teater di Bumi Benuanta.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan teater yang mengangkat tema “Membangun Komunitas dan Sanggar Teater Secara Profesional”. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Diamond, Kota Tarakan, ini dilaksanakan selama tiga hari pada tanggal 6–8 Oktober 2026.
Acara secara resmi dibuka Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara, Hassanuddin, S.Pd., M.Si., serta diikuti sebanyak 35 peserta perwakilan dari kabupaten/kota se-Kaltara.
Kepala UPTD Taman Budaya Provinsi Kaltara Saidul Chudri, S.E., diwakili Staf UPTD Taman Budaya Kaltara, Eri Prabowo, mengungkapkan pemilihan seni teater sebagai fokus utama pembinaan tahun ini didasari hasil evaluasi bahwa perkembangan teater di Kaltara masih perlu mendapat perhatian khusus jika dibandingkan dengan cabang seni lain seperti tari, musik, atau seni rupa.
”Tujuan utamanya sebenarnya satu, silaturahmi. Selain itu juga mengumpulkan teman-teman ini kan yang kita tahu teater di Kalimantan Utara ini kurang begitu berkembang daripada tari, musik, ataupun seni rupanya. Padahal, praktisinya ada,” ungkap Eri Prabowo, Rabu (7/10/26).
Ia juga menambahkan pertemuan lintas kabupaten/kota ini merupakan momentum perdana bagi para insan teater Kaltara untuk duduk bersama merumuskan peta jalan (roadmap) pengembangan teater ke depan, termasuk dalam hal peningkatan kualitas untuk menghadapi berbagai ajang kompetisi.
”Bagaimana kami hari ini membahas langkah ke depan untuk perkembangan teater di Kalimantan Utara, sekalian ini peningkatan kualitas teater untuk lomba. Jadi ini pertama kalinya mereka berkumpul lima kabupaten/kota sama-sama bicara untuk pengembangan teater Kalimantan Utara,” tambahnya.
Dalam pemaparan dan diskusi yang berlangsung, perhatian khusus turut diberikan pada pengembangan seni teater di lingkungan dunia pendidikan, mulai dari tingkat satuan pendidikan sekolah dasar, menengah, hingga atas (SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat).
UPTD Taman Budaya Kaltara mencatat potensi teater di kalangan pelajar sebenarnya sangat besar dan rutin diwadahi melalui berbagai ajang festival bergengsi.
Selama ini, jenjang perlombaan teater di sekolah telah terstruktur dengan baik melalui berbagai kategori penampilan. Untuk tingkat sekolah dasar dan menengah, dikenal adanya ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang menampilkan cabang lomba seperti pementasan teater atau pantomim.

Sementara itu, untuk jenjang SMA dan SMK sederajat, bentuk kompetisi disesuaikan dengan karakteristik usia remaja, seperti lomba monolog, pantomim, hingga festival teater tingkat pelajar.
Kendati perlombaan di tingkat sekolah secara rutin berjalan mulai dari seleksi tingkat kabupaten/kota, tingkat provinsi, hingga berlanjut ke ajang seleksi menuju tingkat nasional, tantangan utamanya adalah bagaimana menjaga keberlanjutan pembinaan setelah kompetisi usai.
Banyak kelompok teater sekolah yang vakum ketika para aktor utamanya lulus sekolah. Oleh karena itu, melalui pembinaan ini, para guru dan pelatih dibekali teknik penulisan naskah (skenario) teater yang baik serta metode pengelolaan sanggar yang profesional agar regenerasi bakat tetap terjaga.
Selain berfokus pada ekosistem sekolah, UPTD Taman Budaya Kaltara juga memperluas jangkauan pembinaan ke tengah masyarakat umum, termasuk mengaktifkan kembali sanggar-sanggar teater mandiri di berbagai daerah.
Eri Prabowo menuturkan pembinaan ini turut menyoroti manajemen pengelolaan sanggar secara profesional mulai dari sistem pengorganisasian, pencarian sumber pembiayaan yang sah, cara menjaring anggota baru, hingga strategi mempertahankan eksistensi kelompok seni di tengah masyarakat.
”Tidak hanya berhenti di lomba saja. Sanggar sekolah maupun sanggar di luar sekolah harus dikelola dengan benar agar hidup terus, aktif terus, tidak sekadar punya nama tetapi kegiatannya tidak ada,” tegas Eri.
Untuk memperkuat materi tersebut, UPTD Taman Budaya Kaltara mendatangkan narasumber berpengalaman tingkat regional asal Kalimantan Timur (Kaltim), yakni Syafril Teha Noer, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kesenian Kaltim.
Sebagai tokoh senior yang mumpuni di bidang teater dan jurnalistik media, Syafril membagikan ilmu praktis mengenai teknik keaktoran, penyutradaraan, penulisan naskah, serta pentingnya peran aktif dewan kesenian dalam memayungi ekosistem seni teater di daerah.
Rangkaian kegiatan pembinaan ini tidak hanya diisi dengan penyampaian materi teoretis dan teknis di siang hari, melainkan dilanjutkan dengan agenda sarasehan khusus pada malam harinya. Sesi diskusi malam tersebut dimanfaatkan secara maksimal para peserta untuk mengupas tuntas berbagai kendala teknis dan non-teknis yang selama ini dihadapi di lapangan.
Melalui fasilitas pembinaan ini, UPTD Taman Budaya Kaltara berharap gairah berteater di Kaltara dapat kembali bangkit.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memfasilitasi para seniman lokal agar teater mandiri di masyarakat maupun teater remaja di sekolah-sekolah seperti jejak sukses kelompok teater di Tarakan dan Bulungan dapat terus tumbuh subur, melahirkan karya-karya berkualitas, dan siap bersaing di kancah regional maupun nasional.(*/mt)












Discussion about this post