PASER, Fokusborneo.com — Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan memperkuat sinergi lintas instansi melalui Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) Kabupaten Paser yang digelar di Aula Hotel Bumi Paser, Tanah Grogot, Rabu (28/10/26). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi dan pertukaran informasi
antarlembaga untuk mengoptimalkan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing, sekaligus mendukung deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian dan gangguan keamanan di wilayah Kabupaten Paser.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan instansi pemerintah daerah, instansi vertikal, unsur penegak hukum, serta pemerintah kecamatan. Keterlibatan berbagai unsur ini menjadi bagian penting dalam membangun koordinasi yang efektif, mengingat pengawasan orang asing memerlukan dukungan informasi dan
peran setiap instansi sesuai dengan tugas serta kewenangannya.
Dalam pemaparan materi pertama, Kepala Subseksi Penindakan Keimigrasian, Muhammad Rifhananda, menjelaskan pelaksanaan pengawasan keimigrasian, dasar hukum pembentukan TIMPORA, serta pentingnya koordinasi dan pertukaran data antarinstansi. Materi tersebut juga mencakup pemanfaatan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), prosedur perizinan tinggal, data keberadaan orang asing di Kabupaten Paser, serta program Desa Binaan Imigrasi sebagai upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai keimigrasian dan mencegah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Tindak Pidana Penyelundupan Migran (TPPM).
Dalam pemaparannya, Muhammad Rifhananda menekankan bahwa efektivitas pengawasan tidak hanya bergantung pada pelaksanaan tugas oleh jajaran Imigrasi, tetapi juga pada dukungan informasi dari berbagai pihak di wilayah.
“Koordinasi dan pertukaran informasi menjadi bagian penting dalam mendukung pengawasan orang asing. Melalui TIMPORA, setiap instansi dapat berperan sesuai dengan tugas dan kewenangannya, sehingga
informasi mengenai keberadaan maupun aktivitas orang asing dapat menjadi bahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan menindaklanjuti potensi permasalahan secara tepat. Selain itu, pemanfaatan APOA dan
penguatan pemahaman masyarakat melalui Desa Binaan Imigrasi diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan pelanggaran keimigrasian, termasuk tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan migran,” jelas Muhammad Rifhananda.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan, Adi Fachmianur, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan unsur penting dalam mewujudkan pengawasan orang asing yang efektif dan responsif. Menurutnya, koordinasi yang berkelanjutan diperlukan agar pelaksanaan pengawasan dapat berjalan selaras dengan dinamika dan kebutuhan di wilayah.
“Pengawasan orang asing membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dan tidak dapat berjalan optimal apabila dilakukan secara terpisah. Melalui sinergi TIMPORA, kami mendorong penguatan komunikasi, pertukaran
informasi, dan koordinasi tindak lanjut sesuai dengan kewenangan masingmasing instansi. Kami berharap kolaborasi ini dapat memperkuat deteksi terhadap potensi pelanggaran keimigrasian sekaligus mendukung
terjaganya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Paser,” ujar Adi Fachmianur.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta pandangan terkait pelaksanaan pengawasan orang asing di wilayah masingmasing.
Diskusi tersebut menjadi ruang untuk menyamakan pemahaman dan memperkuat koordinasi antar anggota TIMPORA dalam menghadapi dinamika di lapangan. Melalui rapat koordinasi ini, Kantor Imigrasi Balikpapan mendorong penguatan dan pertukaran informasi secara berkelanjutan di antara anggota
TIMPORA Kabupaten Paser.
Informasi mengenai keberadaan maupun aktivitas orang asing yang berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan keimigrasian diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai dengan tugas dan kewenangannya.
Penguatan sinergi tersebut diharapkan dapat mewujudkan pengawasan orang asing yang lebih terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligusmenjadi bagian dari komitmen Kantor Imigrasi Balikpapan dalam membangun kerja sama dengan para pemangku kepentingan guna mendukung pengawasan
keimigrasian serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Paser.(**)














Discussion about this post