BULUNGAN, Fokusborneo.com – Upaya mendorong regenerasi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah terus dilakukan di Kabupaten Bulungan. Salah satunya melalui pengembangan budidaya jagung di lahan seluas 10 hektare di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.
Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan siswa SMK jurusan Pertanian. Para pelajar diberikan kesempatan terjun langsung ke lahan untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh di bangku sekolah sekaligus mengenal peluang usaha di sektor pertanian.
Program tersebut dilaksanakan Dewan Pimpinan Pusat Komunitas Antar Etnis Indonesia Bersatu bersama Brigade Pangan Budaya Taka dan Kelompok Tani Budaya Senuman. Penanaman jagung dilakukan secara bertahap dengan melibatkan para siswa dalam setiap proses budidaya.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., yang hadir dalam kegiatan penanaman, Senin (2/11/2026), menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya mendorong peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjadi sarana menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengembangkan sektor pertanian.
Ia menilai keterlibatan siswa SMK Pertanian menjadi langkah penting untuk menghubungkan pembelajaran teori di sekolah dengan praktik langsung di lapangan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada penanaman saja, tetapi dapat menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa. Mereka perlu mendapatkan pengalaman langsung agar ilmu yang diperoleh di sekolah bisa diterapkan di lapangan,” ujarnya.
Kilat juga mengajak generasi muda untuk mengubah pandangan terhadap profesi petani. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan apabila dikelola secara modern, profesional, dan didukung pemanfaatan teknologi.
Mulai dari penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengelolaan air, pemupukan yang tepat hingga pemasaran berbasis digital, menjadi peluang bagi anak muda untuk mengembangkan usaha di bidang pertanian.
“Menjadi petani bukan pekerjaan yang harus dipandang sebelah mata. Justru sektor pertanian memiliki peluang besar apabila dikelola dengan ilmu pengetahuan, teknologi dan kreativitas. Anak-anak muda harus berani melihat pertanian sebagai peluang usaha,” tegasnya.
Ia berharap budidaya jagung di Desa Salimbatu dapat menjadi salah satu langkah awal melahirkan petani milenial di Bulungan. Para lulusan sekolah kejuruan diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan usaha dan membuka lapangan kerja melalui sektor pertanian.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Kilat mengingatkan kelompok tani dan Brigade Pangan agar memperhatikan seluruh tahapan budidaya, mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, penanaman, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit hingga panen serta pemasaran hasil produksi.
Jagung dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan karena pemanfaatannya tidak terbatas sebagai bahan pangan, tetapi juga menjadi bahan baku pakan ternak dan berbagai produk olahan.
Melalui kolaborasi komunitas, kelompok tani, dunia pendidikan dan pemerintah daerah, pengembangan budidaya jagung di Salimbatu diharapkan mampu memberikan manfaat lebih luas. Tidak hanya meningkatkan produksi pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sekaligus menyiapkan generasi muda yang terampil, mandiri dan tertarik menekuni sektor pertanian.(**)














Discussion about this post