TARAKAN – Musyawarah Wilayah III Pemuda Muhammadiyah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) digelar di Kota Tarakan, Sabtu (4/5/24). Musywil diikutiseluruh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten dan Kota di Kaltara.
Musyawirin yang hadir dan menjadi peserta Musywil Pemuda Muhammadiyah Kaltara akan memiliki calon pemimpin Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kaltara Periode 2024-2029.
Sekretaris PW Muhammadiyah Kaltara, Riskiyanto menjelaskan, sebelumnya telah dilaksanakan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Kaltara, dimana dari 22 form kesediaan calon ketua setelah diverifikasi hanya 19 orang yang memenuhi syarat.
“Tidak memenuhi syarat itu dia terbentur di usia, dan juga beberapa persyaratan belum terpenuhi dan hari ini juga kita akan memilih 19 orang menjadi 11 orang,” jelasnya.
Kemudian, 11 orang terpilih akan melaksanakan rapat formatur dan memilih ketua, sekretaris, dan bendara untuk Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kaltara Periode 2024-2029.
Lebih lanjut, Riskiyanto menyampaikan, 11 formatur nanti akan dipilih oleh seluruh peserta yang hadir dari Bulungan, Nunukan, Malinau kemudian Tarakan sebagai Tuan Rumah.
“Kalau dari persyaratan peserta memang di tingkat Musywil itu unsur dari anggota pimpinan wilayah Muhammadiyah semua pengurusnya ada sekitar 30 orang. Ketua 4 orang Pimpinan Daerah Bulungan, Malinau, KTT, Nunukan kemudian ada dari PCPM itu ada 3 orang,” terangnya.
Pemilihan akan menggunakan sistem voting, 19 calon formatur akan ditampilkan melalui komputer, setiap peserta memilih 11 orang.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tarakan, Abdur Rahman berharap melalui Musywil III Pemuda Muhammadiyah Kaltara dapat merajut kebersamaan dalam perbedaan karena bagaimanapun kedepan tantangan semakin berat.
“Sesuai dengan tema Pemuda Negarawan Harmoni Majukan Kaltara, mari bersama-sama untuk memajukan Kaltara, untuk memajukan Kaltara itu dengan harmonisasi bersama – sama bergandengan tangan dengan organisasi kepemudaan lainya baik tingkat wilayah maupun daerah yang ada,” pesannya.
Tidak hanya itu, yang harus diupayakan adalah membangun harmonisasi bersama ortonom di tingkat wilayah karena ini sangat penting, apalagi pemuda – pemuda adalah akhir proses sebelum masuk di Pimpinan Muhammadiyah atau pimpinan di daerah atau wilayah,” katanya.
Terkait tahun politik, Abdur Rahman menambahkan di Muhammadiyah memang ada yang disebut diaspora kader, dalam Pileg 2024 Muhammadiyah telah mendorong kader Muhammadiyah untuk berdiaspora di tingkat legislatif.
“Kali ini Insya Allah Muhammadiyah mencoba diaspora kader Muhammadiyah melalui Pilkada baik itu pemilihan Walikota, Bupati dan Gubernur. Insya Allah Pilkada tahun 2024 ada kader Muhammadiyah ikut berpartisipasi di Pilkada dan Insya Allah akan diperjuangkan untuk Pilkada,” pungkasnya. (Ary/Iik)














Discussion about this post