TARAKAN – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) baru-baru ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan dua instansi penting yaitu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltara.
Rapat ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara DPRD Kaltara dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menangani berbagai persoalan yang ada di lapangan.
Salah satu topik utama yang disoroti oleh Anggota Komisi II, Muhammad Nasir, adalah anjloknya harga rumput laut di Nunukan dalam setahun terakhir. Komoditas rumput laut memang memegang peranan penting dalam perekonomian daerah ini. Namun, fluktuasi harga yang tidak terkendali mempengaruhi kesejahteraan petani rumput laut.
Nasir menekankan pentingnya sinergi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, serta DPRD Kaltara dan DPRD Kabupaten untuk menyelesaikan persoalan ini.
“Pemerintah harus hadir untuk memberikan solusi yang nyata, bukan sekadar beralasan harga ini anjlok karena faktor global. Perlindungan harga dan stabilitas pasar harus menjadi prioritas,†tegas Nasir, Rabu (4/12/24).
Masalah lain yang tak kalah penting adalah maraknya pencurian rumput laut di Nunukan. Ini menjadi perhatian serius, karena dapat merugikan petani.
Namun, Nasir menyadari kendala yang dihadapi oleh Dinas terkait dalam mengatasi masalah ini, yaitu terbatasnya anggaran. Meski begitu, menurutnya, ada peluang kerja sama dengan TNI AL dan Polairud yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan, asalkan ada dukungan pendanaan dari atas.
Disisi lain, Komisi II juga mendorong pemerintah untuk merintis industri pengolahan rumput laut di Kaltara. Sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar kedua di Indonesia, Kabupaten Nunukan dan Kota Tarakan memiliki potensi besar untuk mengembangkan industri yang dapat meningkatkan kualitas dan harga jual rumput laut.
Selain itu, keberadaan pabrik pengolahan rumput laut juga bisa membuka peluang lapangan kerja yang lebih banyak bagi masyarakat setempat.(**)














Discussion about this post