TARAKAN, Fokusborneo.com – Langkah konkret ditunjukkan jajaran Komisi I DPRD Kota Tarakan pada awal tahun 2026. Dipimpin langsung Wakil Ketua Komisi I, Baharudin, rombongan wakil rakyat ini melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi ke Kantor Kecamatan Tarakan Timur, Rabu (28/1/26).
Kehadiran rombongan yang terdiri dari Muhammad Safri (Sekretaris Komisi I), serta anggota lainnya yakni Suryadi Sangka, Saparuddin, dan Rahmat Suparman, disambut hangat Camat Tarakan Timur, Boby Deen Marthen, bersama Sekretaris Camat dan tujuh Lurah se-Kecamatan Tarakan Timur.
Camat Tarakan Timur, Boby Deen Marthen, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para anggota dewan. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk komitmen nyata.
”Ini adalah pertama kalinya pimpinan DPRD menindaklanjuti usulan kami secara langsung. Saat asistensi lalu, Komisi I berjanji akan datang di bulan Januari, dan alhamdulillah hari ini janji itu ditepati,” ujar Boby.
Pertemuan tersebut menjadi ajang bagi para Lurah dan Camat untuk curhat mengenai kondisi fasilitas pelayanan publik yang memprihatinkan. Beberapa poin darurat yang mencuat di antaranya lumpuhnya mobilisasi.
Camat mengungkapkan kendaraan operasional kantor camat saat ini dalam kondisi rusak total dan tidak bisa jalan. Hal ini menghambat mobilisasi pelayanan dari Lingkas Ujung hingga Pantai Amal.
Lurah Kampung Empat, Maulidin, menyoroti kerusakan fisik kantor akibat dampak gempa yang hingga kini belum tuntas diperbaiki, termasuk tegel yang terkelupas dan pagar kantor.
Terungkap bahwa petugas dan staf kelurahan seringkali harus menggunakan kendaraan serta laptop pribadi untuk menjalankan tugas kedinasan karena minimnya pengadaan sarana kantor.
Kondisi miris dilaporkan dari Kelurahan Lingkas Ujung. Karena kaca-kaca jendela yang pecah tak kunjung diganti, pihak kelurahan terpaksa menutup jendela menggunakan triplek agar tetap bisa beroperasi.
“Yang paling mendesak itu instalasi listrik, karena biar ada Ac, atau PC baru tetap juga listriknya sering turun atau jelek,” ujar Lurah Lingkas Ujung, Aji Jemma Ibrahim.
Pengadaan kursi, laptop, hingga mesin absen yang sudah tertinggal zaman menjadi daftar panjang usulan para lurah, termasuk Lurah Kampung Enam, Mika Barung.

Anggota Komisi I DPRD Tarakan, Habusan, menyampaikan keprihatinannya atas laporan kekurangan personel ini. Ia mencatat setidaknya ada kebutuhan mendesak sekitar 5 hingga 3 pegawai di beberapa titik kelurahan dan kecamatan.
”Rata-rata keluhannya sama, terkait fasilitas sarana prasarana yang usianya sudah tua dan belum ada pembaruan. Ini seharusnya tidak terjadi karena pegawai di kota kita cukup banyak. Kami akan segera berkoordinasi dengan BKPSDM sebagai mitra kerja kami agar kekosongan ini segera diisi,” tegas Habusan.
Habusan juga memberikan saran kreatif kepada para lurah agar lebih proaktif membangun komunikasi dengan anggota dewan dari daerah pemilihan (Dapil) II Tarakan Timur.
”Kami ada tujuh orang anggota dewan dari Timur. Saya sarankan teman-teman lurah bangun komunikasi secara personal maupun internal dengan kami. Kami siap mem-back up apa yang dibutuhkan di kelurahan,” tambahnya.
Wakil Ketua Komisi I, Baharudin, mengakui bahwa penurunan kondisi keuangan daerah pada tahun 2026 mengakibatkan banyak anggaran perawatan kantor yang terpaksa dicoret. Meski demikian, ia memastikan DPRD akan tetap memperjuangkan kebutuhan prioritas tersebut.
”Inilah kondisi kita saat ini. Saya minta lurah tetap semangat demi kepentingan masyarakat. Memang di tahun 2026 ini anggarannya banyak yang tidak masuk (dicoret), tapi akan kami upayakan dan perjuangkan masuk di anggaran tahun 2027 mendatang,” ujar Baharudin.
Baharudin juga menekankan pentingnya koordinasi dini antara pihak kelurahan/kecamatan dengan DPRD sebelum usulan dimasukkan ke dalam sistem perencanaan pembangunan.
”Kedepannya, apapun yang diusulkan minta, sebelum masuk ke SIPD kita koordinasi dulu. Biar kami di dewan bisa ikut berjuang dalam pembahasannya,” tutupnya.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga kualitas pelayanan publik di Tarakan Timur meskipun di tengah keterbatasan sarana dan personel.(*/mt)














Discussion about this post