• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Esensi Ramadhan dan Kemajuan Peradaban

by Redaksi
01/03/2025
in Opini
A A
Esensi Ramadhan dan Kemajuan Peradaban

Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara. Foto : Ist

Penulis : Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si
(Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara)

 

Baca Juga

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

Setiap kali Ramadhan tiba, suasana keagamaan umat Islam tampak berubah drastis. Masjid-masjid yang biasanya lengang mendadak penuh, shalat berjamaah menjadi lebih semarak, bahkan shalat Subuh yang sebelumnya sepi kini ramai. Fenomena ini menunjukkan bagaimana Ramadhan membangkitkan kesadaran beribadah, sebuah momentum luar biasa yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi energi perubahan, termasuk dalam membangun peradaban.

Namun, semangat ini sering kali hanya bertahan di awal Ramadhan. Seiring berjalannya hari, antusiasme beribadah mulai meredup. Padahal, Rasulullah SAW justru semakin meningkatkan ibadahnya di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Aisyah RA meriwayatkan:

“Jika telah masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan, Rasulullah menghidupkan malam-malamnya, membangunkan keluarganya, dan mengencangkan ikat pinggangnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pertanyaannya, bagaimana agar semangat Ramadhan ini tidak sekadar menjadi fenomena tahunan yang bersifat seremonial, tetapi benar-benar melahirkan perubahan yang berkelanjutan?

Ramadhan dan Kesadaran Berislam

Ramadhan adalah momen penyucian jiwa, tempat kita menempa ketakwaan sebagaimana firman Allah:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ketakwaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam membangun peradaban. Sejarah mencatat bahwa peradaban Islam mencapai kejayaannya ketika umat Islam memiliki kesadaran berislam yang tinggi—bukan sekadar menjalankan ritual, tetapi menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan.

Di Kalimantan Utara, kita bisa melihat bagaimana kesadaran berislam dapat menjadi penggerak perubahan sosial. Contohnya, tradisi gotong royong dalam membangun masjid atau rumah ibadah, yang tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Islam hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Di sektor ekonomi, semangat berbagi selama Ramadhan bisa lebih dioptimalkan dalam bentuk gerakan kemandirian ekonomi berbasis masjid. Program seperti warung sedekah atau bantuan usaha bagi keluarga prasejahtera di daerah pesisir dan pedalaman Kaltara dapat menjadi bagian dari implementasi ajaran Islam yang lebih konkret.

Dari Ritual ke Peradaban

Jika Ramadhan hanya dipahami sebagai ritual tahunan tanpa ada transformasi dalam kehidupan sosial, maka kita kehilangan esensi ibadah itu sendiri. Nabi SAW telah mengingatkan dalam sebuah hadis:

“Akan datang suatu zaman di mana umat Islam menjadi seperti buih di lautan, banyak tetapi tidak memiliki kekuatan.” (HR. Abu Dawud)

Hal ini terjadi ketika umat Islam lebih mementingkan kuantitas daripada kualitas, lebih sibuk dengan simbol daripada substansi. Maka, tugas kita adalah menjadikan Ramadhan sebagai sarana untuk membangun kualitas pribadi dan komunitas.

Di Kalimantan Utara, tantangan peradaban nyata terlihat dalam berbagai aspek, seperti pemerataan pendidikan, penguatan ekonomi umat, dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman. Spirit Ramadhan harus menjadi motor penggerak untuk menciptakan perubahan di bidang-bidang ini.

Sebagai contoh, di beberapa daerah pesisir Kaltara, masih banyak anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan berkualitas. Semangat berbagi yang tumbuh di bulan Ramadhan seharusnya tidak berhenti pada pemberian santunan sesaat, tetapi berlanjut dalam bentuk program beasiswa atau pembinaan bagi generasi muda agar mereka memiliki daya saing dalam membangun daerahnya.

Selain itu, semangat zakat, infak, dan sedekah yang meningkat di bulan Ramadhan harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi umat, misalnya melalui program pemberdayaan usaha kecil dan koperasi syariah yang dapat membantu masyarakat menghadapi tantangan ekonomi.

Kesimpulan

Esensi Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi membangun komitmen terhadap nilai-nilai Islam secara berkelanjutan. Keberhasilan ibadah Ramadhan terletak pada kesungguhan (jiddiyah), komitmen (iltizam), konsistensi (istiqamah), dan keberlanjutan (istimrariyah). Tanpa itu, kita hanya akan mengulang pola yang sama setiap tahun tanpa ada perubahan yang berarti.

Allah SWT berfirman:

“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)

Ayat ini mengajarkan bahwa keberkahan peradaban lahir dari keimanan dan ketakwaan yang terwujud dalam aksi nyata. Maka, mari menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan, tidak hanya secara spiritual tetapi juga dalam membangun peradaban yang lebih baik, dimulai dari lingkungan kita di Kalimantan Utara.

Allahu A’lamu bis-shawab.

Tags: Dprd provinsi kaltaraHeadlineKajian RamadhanKaltaraPuasaramadhanSyamsuddin Arfah

Berita Lainnya

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif
Opini

Mengubah Tradisi Ospek: Wajah Baru PKKMB Politeknik Bisnis Kaltara yang Humanis dan Edukatif

13 September 2026 17:24
Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara
Ekonomi

Menjaga Akurasi Data, Mengakselerasi Ekonomi Kaltara

11 September 2026 12:03
Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  
Ekonomi

Mengangkat Wastra dan Ekonomi Kreatif Perbatasan Ke Panggung Nasional  

31 Agustus 2026 13:00
Opini

Kematian Raja Ular Dari Kalimantan

27 Agustus 2026 15:45
Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?
Opini

Karhutla Terus Berulang: Saatnya Memberi Nilai Ekonomi Pada Upaya Pencegahan?

26 Agustus 2026 16:37
Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS
Ekonomi

Makna di Balik Lonjakan Transaksi QRIS

18 Agustus 2026 18:59
Next Post

Rehab RTLH, Upaya Satgas TMMD 123 Di Tarakan Berikan Perlindungan Risiko Sosial

PTMB Tunggu Data DMI, Pastikan Kelancaran Air Bersih di Masjid Selama Ramadhan

Tetap Semangat, Puasa Bukan Penghalang untuk Satgas TMMD Tarakan

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Tim Gabungan Tertibkan Bangunan Liar di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Tarakan Akan Menanggung 6.071 Warga Terdampak Penonaktifan BPJS Pemprov Kaltara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gunadarma Jadi Universitas Pertama di IKN, 48 Mahasiswa Kini Mulai Perkuliahan di Nusantara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cetak Sejarah! Dua Prodi UBT Tembus Akreditasi Unggul, Rektor Genjot Kualitas dan Ajukan Prodi Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan di Kaltara Tembus Rp 82 Miliar, Tarakan Menyumbang Angka Terbesar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Selangkah Lagi Rampung, Pembangunan Jembatan Garuda Buong Baru Terus Dikebut

29 September 2026 14:25

Peringatan HUT Desa Tengkapak ke-19 Berlangsung Meriah dan Kondusif, Polresta Bulungan Berikan Pengamanan Maksimal

29 September 2026 13:20
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP