• About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
Fokus Borneo
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • KPH Tarakan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • Rubrik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Olah Raga
    • Sosial Budaya
    • Hiburan
    • Energi
  • Opini
No Result
View All Result
Fokus Borneo
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini
Home Opini

Ramadhan: Ujian Keikhlasan dan Keteguhan dalam Membangun Kaltara

by Redaksi
08/03/2025
in Opini
A A
Ramadhan: Ujian Keikhlasan dan Keteguhan dalam Membangun Kaltara

Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si Anggota DPRD Provinsi Kaltara. Foto: Ist

Penulis : 

Dr. Syamsuddin Arfah, M.Si
(Anggota DPRD Provinsi Kaltara)

Baca Juga

Pengelolaan KKMB: Kuat Secara Legalitas, Terhambat Status Lahan?

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga madrasah pembentukan karakter. Salah satu pelajaran terpenting di dalamnya adalah keikhlasan—melakukan kebaikan tanpa berharap balasan dari manusia. Dalam konteks Kalimantan Utara (Kaltara), nilai ini sangat relevan dalam membangun masyarakat yang berdaya saing dan berintegritas.

Ujian Keikhlasan dalam Ramadhan dan Kaltara

Puasa mengajarkan kita untuk tetap berbuat baik meskipun tidak ada yang melihat atau menghargai. Di Kaltara, nilai ini tampak dalam perjuangan guru honorer dan relawan pendidikan di wilayah perbatasan. Mereka mengajar anak-anak suku pedalaman dengan fasilitas minim, sering tanpa gaji yang layak, tetapi tetap bertahan karena menganggap ini sebagai ibadah dan pengabdian.

Kisah ini mengingatkan kita pada Abu Bakar As-Siddiq, yang tetap membantu Mistah bin Utsasah meskipun ia ikut menyebarkan fitnah terhadap putrinya, Aisyah. Allah menegur Abu Bakar dalam QS. An-Nur: 22, meminta agar ia tetap berbuat baik dan berlapang dada.

Mungkin kita pernah melakukan kebaikan kepada seseorang, tetapi kebaikan tersebut disalahartikan atau bahkan dinilai negatif. Ini tentu mengecewakan. Kebenaran dan kebaikan tidak selalu berbanding lurus dengan penerimaan orang lain terhadap kita. Terkadang, hal itu justru membawa ujian berupa kesalahpahaman, ketidakadilan, atau bahkan perlakuan yang menyakitkan. Namun, di sinilah ujian keikhlasan itu hadir—apakah kita tetap teguh dalam kebaikan, atau memilih berhenti karena kecewa?

Dalam dunia politik, sosial, dan kepemimpinan, sering kali kita memberikan kesempatan kepada seseorang, membuka akses, serta membimbing mereka untuk berkembang. Namun, seiring berjalannya waktu, ada yang berubah haluan, lupa akan kontribusi kita, atau bahkan bertindak bertolak belakang. Inilah dinamika kehidupan—kebaikan tidak selalu langsung berbalas dengan kebaikan, dan kejujuran terkadang menghadapi tantangan. Namun, seperti benih yang ditanam, pada akhirnya setiap kebaikan yang kita tabur akan membuahkan hasil.

Mentalitas Pejuang di Bulan Ramadhan

Ramadhan juga menguji kesungguhan dalam ibadah dan kontribusi sosial. Tidak sedikit orang yang menjalankan ibadah hanya sebatas rutinitas tanpa menghadirkan makna yang mendalam. Padahal, Ramadhan adalah bulan tarqiyah ruhiyah (الترقية الروحية), waktu untuk meningkatkan spiritualitas dan kedekatan dengan Allah.

Seorang ulama besar, Imam Malik, pernah menutup majelis ilmunya selama Ramadhan untuk lebih fokus beribadah. Ia memahami bahwa momen ini bukan sekadar menambah amal, tetapi juga memperkuat hubungan dengan Allah. Sementara itu, Umar bin Khattab tetap beribadah dengan khusyuk meskipun sibuk mengurus umat.

Dalam konteks pembangunan daerah, mentalitas kerja keras dan integritas sangat penting. Kaltara memiliki potensi besar dalam sektor maritim dan perdagangan lintas negara, tetapi tanpa karakter yang kuat, pembangunan akan berjalan lambat.

Kisah Inspiratif:
Seorang pengusaha Muslim di Kaltara pernah mengalami kebangkrutan karena bisnisnya difitnah oleh pesaingnya. Namun, alih-alih membalas dengan keburukan, ia tetap bekerja keras dan membangun bisnisnya kembali dengan jujur. Beberapa tahun kemudian, usahanya bangkit dan bahkan menjadi lebih besar dari sebelumnya. Kisah ini mengajarkan bahwa Allah tidak pernah menyia-nyiakan usaha yang dilakukan dengan keikhlasan, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Muhammad: 7:

“Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ramadhan sebagai Momentum Perubahan

Dalam sejarah Islam, banyak momentum besar terjadi di bulan Ramadhan. Salah satu yang menginspirasi adalah penaklukan Makkah, di mana Rasulullah ï·º memilih untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi justru memaafkan musuh-musuhnya. Ini adalah puncak dari kepemimpinan berbasis keikhlasan dan kesabaran.

Demikian pula di Kaltara, kita memerlukan mental pejuang dalam membangun daerah. Ramadhan harus menjadi momen refleksi: Apakah kita hanya beribadah untuk diri sendiri, atau juga berkontribusi bagi masyarakat?

Kesimpulan

Ramadhan adalah bulan pembentukan karakter, tempat kita belajar keikhlasan, kesabaran, dan keteguhan dalam kebaikan.

Masyarakat Kaltara membutuhkan lebih banyak individu yang tulus dalam bekerja, jujur dalam kepemimpinan, dan ikhlas dalam berkontribusi. Sama seperti Nabi Yusuf yang tetap teguh meski dikhianati saudara-saudaranya, kita pun harus tetap berjuang meskipun menghadapi tantangan dan ketidakadilan.

Allah tidak melihat seberapa besar apresiasi manusia terhadap kita, tetapi seberapa besar keikhlasan kita dalam beramal.

Inilah pelajaran besar yang diajarkan Ramadhan bagi masyarakat Kaltara.

Allahu a’lamu bis-shawab

Tags: DPRDDprd provinsi kaltaraHeadlineIdul FitriPuasaramadhanSyamsuddin Arfah

Berita Lainnya

Opini

Pengelolaan KKMB: Kuat Secara Legalitas, Terhambat Status Lahan?

5 Agustus 2026 11:09
QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”
Ekonomi

QRIS di Kaltara : Dari Warung Kelontong hingga Pelosok Desa, Bayar apa Saja Tinggal “Ting!”

27 Juli 2026 12:03
Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan
Ekonomi

Suku Bunga Tinggi, Kredit Kaltara Tetap Tumbuh Paradoks Atau Bukti Ketahanan

27 Juli 2026 10:51
Opini

Pasar Karbon: Jangan Hanya Menghargai Pohon yang Ditanam, tetapi Juga Hutan yang Diselamatkan

25 Juli 2026 09:33
Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang
Opini

Optimisme Manufaktur: Industri Pengolahan Terus Melaju Kencang

18 Juli 2026 08:58
Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah
Opini

Ketika “Tiket Pesawat” Bikin Dompet Terengah-engah

1 Juli 2026 12:26
Next Post

Polres Tana Tidung Terima Penghargaan Dari KPU Tana Tidung

Mahasiswa Tarakan Tuntut Evaluasi Program MBG, KLA, Rumput Laut, Hingga Beasiswa

Pesan Wawali Bagus Susetyo, Hidup Sederhana Hingga Pelayanan Terbaik ASN Kepada Masyarakat

Discussion about this post

Ikuti Kami

Ikuti Kami
  • Menteri ATR/Kepala BPN Tetapkan Standar Waktu Layanan untuk Pengukuran Tanah dan Peralihan Hak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Derry Pilih Damai, Perselisihan dengan Karyawan Bank Diselesaikan Secara Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sirkuit Balap Bertaraf Internasional Siap Dibangun Tahun Ini di Pantai Amal

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Wali Kota Tarakan Beri Arahan Tegas ke DPMPTSP dan Disdik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sekda Tarakan Abd. Azis Hasan Tekankan ASN Kerja Berbasis Target

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Fokus Borneo

Ikuti Kami

Rubrik

  • Advetorial
  • Daerah
  • Derap Nusantara
  • Ekonomi
  • Energi
  • Fokus
  • Hiburan
  • IKN
  • Kantah Kota Balikpapan
  • Kementrian ATR/BPN
  • KPH Tarakan
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Otomotif
  • Parlemen
  • Pemkab Bulungan
  • Pemkab Malinau
  • Pemkab Nunukan
  • Pemkab Tana Tidung
  • Pemkot Balikpapan
  • Pemkot Tarakan
  • Pemprov Kaltara
  • Pendidikan
  • Politik
  • Sosial Budaya
  • TNI Polri
  • Travel
  • Video

Recent News

Dorong Ekonomi Rakyat, Pansus II DPRD Kaltara Konsultasi Raperda Koperasi ke Kemenkop

Dorong Ekonomi Rakyat, Pansus II DPRD Kaltara Konsultasi Raperda Koperasi ke Kemenkop

7 Agustus 2026 20:16
Atasi Masalah Banjir dan Efisiensi APBD, Ketua DPRD Tarakan Apresiasi Aksi Bersih DPC Demokrat

Atasi Masalah Banjir dan Efisiensi APBD, Ketua DPRD Tarakan Apresiasi Aksi Bersih DPC Demokrat

7 Agustus 2026 17:04
  • About Us
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP

error: Content is protected !!
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Advetorial
    • Pemprov Kaltara
    • Pemkot Tarakan
    • Pemkab Bulungan
    • Pemkab Nunukan
    • Pemkab Malinau
    • Pemkab Tana Tidung
    • Pemkot Balikpapan
    • Kementrian ATR/BPN
    • Kantah Kota Balikpapan
  • Daerah
  • TNI Polri
  • IKN
  • Kriminal
  • Politik
  • Parlemen
  • KPH Tarakan
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olah Raga
  • Sosial Budaya
  • Travel
    • Kuliner
  • Energi
  • Hiburan
  • Opini

© 2025 PT KITA MEDIA GROUP