TARAKAN, Fokusborneo.com – Arah yang diberikan pendidikan kepada seseorang akan menentukan masa depan hidupnya” ungkap plato salah seorang filsuf yang terkenal dimasa peradaban Yunani kuno. Hal ini secara tidak langsung mengklaim bahwa setiap orang membutuhkan pendidikan untuk beralih pada kehidupan yang lebih cerah.
Dalam sistem pendidikan masa kini setiap siswa akan mulai dihadapkan dengan jenjang status yang ditata dari kecil hingga dewasa. Dalam perubahan jenjang itu pula melahirkan sebuah peradaban yang berbeda dari satu jenjang ke jenjang lainnya.
Perubahan jenjang ini kemudian melahirkan sebuah sistem yang sangat berbeda dan pastinya membutuhkan pengalaman baru serta kebiasaan baru yang belum pernah dialami sebelumnya, proses ini bahkan menyebabkan setiap siswa harus menempuh jenjang orientasi sebelum terjun ke jenjang masing-masing.
Di jenjang SD, SMP, serta SMA kini mengenal sebutan MPLS (Masa pengenalan Lingkungan Sekolah) untuk orientasi siswa, sementara itu di jenjang perkuliahan kini mengenal sebutan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru).
Pastinya dalam menghadapi masa ini, semua siswa atau mahasiswa akan dihadapkan dengan rasa gugup serta kekhawatiran mendalam, mulai dari menemukan teman baru, senioritas bahkan sampai ke peraturan yang super ketat, bahkan dalam pelaksanaan PKKMB di berbagai perguruan tinggi sering kali terjadi gesekan sosial atau konflik yang melibatkan panitia senior (mahasiswa), panitia dosen dengan peserta mahasiswa baru, atau bahkan gesekan antar-kelompok mahasiswa baru itu sendiri.
Berbeda dengan kebanyakan perguruan tinggi, di Polteknik Bisnis Kaltara justru mengadakan sistem PKKMB yang menarik namun tidak kehilangan identitas kedisiplinannya.
Setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut bahkan tidak diberikan handphone semasa proses PKKMB sedang berlangsung, dari sisi lain para pengurus BEM bahkan memberikan berbagai bentuk permainan hiburan dalam setiap jeda materi, yang kini mulai kerap dilupakan bagi sebagian kalangan.
Salah satu permainan yang menarik perhatian banyak mahasiswa adalah permainan tebak gaya dimana setiap tim dibentuk dari 5 orang yang kemudian berbaris, lalu salah seorang diberikan beberapa kata yang harus disampaikan kepada teman dibarisan paling ujung dengan hanya memaparkan gaya.
Hal ini secara tidak langsung mengajarkan kepada mahasiswa bahwa sebuah informasi akan berubah sedemikian rupa bila disampaikan dengan orang yang berbeda, serta memberikan gambaran efektif bagi fenomena information disorder (gangguan informasi) di era ini.
Terlepas dari itu, berbagai permaianan yang melatih kekompakan serta kefokusan seperti tebak angka, lompat warna, serta berlari dengan balon menjadikan suasana semakin meriah..
Hal paling menarik serta sangat patut diapresiasi tinggi adalah bagaimana setiap mahasiswa diharuskan menghafal mars Politeknik.
Mungkin sebagian dari mahasiswa akan menganggap menghafal mars perguruan tinggi adalah sebuah hal biasa dalam proses PKKMB, namun di Polteknik Bisnis Kaltara menghadirkan nuansa baru yang tidak hanya sekedar mewajibkan siswa untuk menghafal, akan tetapi membuat sebuah perlombaan bernyanyi dengan lagu mars itu sendiri, bahkan hal ini merupakan sebuah kewajiban bagi setiap peserta PKKMB, artinya semua peserta harus mengikuti lomba.
Seperti pada umumnya lomba bernyanyi, sudah seharusnya setiap peserta harus bisa menghayati serta memahami makna lirik serta isi dari lagu tersebut yang pada hakikatnya secara tidak langsung membuat setiap mahasiswa benar-benar paham tentang makna serta tujuan dari perguruan tinggi Politeknik Bisnis Kaltara itu sendiri, yang tertuang dalam lagu tersebut.
PKKMB di Polteknik Bisnis Kaltara telah resmi berakhir. Kegiatan ini diadakan secara 2 hari berturut-turut dari pukul 7:30 sampai pukul 17:00. Berbagai pola dalam penyelenggaraan kegiatan ini telah diterapkan demi menjaga keharmonisan. Mulai dari pendampingan ketat dosen yang secara terbuka yang menempatkan unsur dosen dan tenaga kependidikan sebagai pengawas langsung di setiap sesi kegiatan untuk memastikan tidak adanya ruang bagi perundungan.
Disisi lain transparansi aturan, mekanisme pengaduan aman, serta orientasi berbasis dialog telah mengubah format acara dari instruksi satu arah menjadi diskusi interaktif.
Transformasi orientasi politeknik bisnis Kaltara dari budaya kekerasan menuju iklim akademik yang kolaboratif merupakan sebuah kunci utama dalam meredam potensi konflik, sehingga PKKMB benar-benar menjadi titik awal yang menyenangkan dan mencerahkan.
PKKMB di Politeknik Bisnis Kaltara merupakan program wajib yang diselenggarakan demi menyambut serta membekali mahasiswa baru. Dalam satu sisi mahasiswa yang tidak mengikuti proses kegiatan ini tidak akan diberi izin untuk melakukan PKL (Praktik Kerja Lapangan) sehingga ada beberapa dari mahasiswa semester 3 yang sebelumnya belum mengikuti kegiatan justru ikut serta pada proses PKKMB kali ini.
Hakikatnya kegiatan ini memiliki peran penting sebagai jembatan penyambung bagi setiap mahasiswa dari tingkat sekolah menengah menuju lingkungan akademika yang lebih mandiri, dewasa, serta dinamis, yang didalamnya tercantum berbagai materi yang perlu dipahami dan ditanamkan dalam diri setiap siswa.
Tujuannya tidak lain dan tidak bukan hanya sebagai bentuk akselerasi adaptasi yang membantu mahasiswa baru mengenali setiap lingkungan fisik maupun nonfisik kampus, fasilitas penunjang belajar atau beasiswa serta bantuan pendidikan, serta atmosfer akademik yang akan berlaku selama menjadi mahasiswa.
Penanaman nilai kebangsaan yang memperkuat kesadaran berbangsa, bernegara, serta kewajiban bela negara. Poin paling penting dari semua kegiatan ini bagaimana setiap elemen kampus berusaha sekuat mungkin untuk melakukan pembentukan karakter positif yang mendorong terciptanya mahasiswa yang berintegritas, anti-korupsi, peduli lingkungan, serta menolak segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan seksual di kampus.
Materi PKKMB Polteknik Bisnis Kaltara bahkan dirancang secara terstruktur dan komprehensif, mulai dari pengenalan serta cara mengatasi dan meredam kekuatan AI yang sangat merajalela. Pengenalan serta pemahaman kehidupan berbangsa, bernegara, serta kewajiban bela negara. Sistem akademik & MBKM, sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, kesehatan mental, kesetaraan gender, serta etika penggunaan media sosial.
Pengenalan organisasi kemahasiswaan yang berisi Informasi seputar lembaga legislatif/eksekutif mahasiswa serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai wadah pengembangan minat dan bakat. Serta penyampaian inti dari direktur Politeknik Bisnis Kaltara Ibu Dr. Ana Sriekaningsih yang membahas tentang bagaimana menjadi seorang mahasiswa yang unggul dalam transformasi pendidikan yang menginginkan setiap mahasiswa memiliki integritas serta pola kehidupan yang dapat mengatur waktunya dengan baik sebagai mahasiswa. Pada akhirnya ditutup dengan sebuah kalimat hebat dari beliau “Kuliah bukan hanya sekedar nilai diatas kertas, akan tetapi nilai apa yang kita berikan setelah lulus”.
Oleh:
Mohd Noor Hisyam
Prodi Manejemen Keuangan Sektor Publik (MKSP)
Politeknik Bisnis Kaltara












Discussion about this post